Home / Banten / Pascatsunami, Dinsos Banten Lakukan Program Trauma Healing
kabar6.com
Pascatsunami, Dinsos Banten Lakukan Program Trauma Healing.(Vee)

Pascatsunami, Dinsos Banten Lakukan Program Trauma Healing

Kabar6–Pasca Tsunami Selat Sunda, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten bersama Kementerian Sosial RI terus lakukan program trauma healing untuk anak-anak korban Tsunami Selat Sunda.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana menyebutkan, dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial RI Pemerintah Provinsi Banten sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Peran pemerintah dan lembaga lainnya terlihat dan bukan hanya terpaku di kegiatan Dinas Sosial, dari kegiatan ini kami berharap bisa menghilangkan trauma para korban dan anak-anak pasca tsunami selat sunda,” ujarnya.

Kepala Bidang Rehabilitas Sosial, Dinsos Banten Dede Siti Eka mengatakan, dampak yang ditimbulkan akibat tsunami di Provinsi Banten tersebut sangat besar.

“Dampak yang ditimbulkan terdapat 1.033 unit rumah mengalami kerusakan, korban meninggal 355 orang, serta korban luka sebanyak 675 orang sedangkan korban anak terdampak langsung sebanyak 67 anak,” katanya.

Sedangkan Kasubdit Anak Balita Kemensos RI Puti Harida Anwar menambahkan, bahwa kegiatan Workshop Perlindungan Anak ini tujuannya dari Kemensos RI ingin melihat perkembangan para anak yang mengalami atau yang menjadi korban Tsunami Selat Sunda sejauh ini.

“Kita juga melakukan identifikasi terkait dengan kebutuhan anak-anak pasca Tsunami Selat Sunda, kemudian juga seperti apa tindak lanjut kedepannya untuk anak-anak, kita melihat saat bencana semua unsur akan turun untuk memberikan bantuan kepada korban, tapi mereka tidak tau kedepannya untuk anak-anak seperti apa, jadi ini salah satu focus kita untuk terus membantu korban pasca Tsunami Selat Sunda,” tuturnya.

Lanjutnya, Kementerian Sosial dengan Dinas Sosial Provinsi Banten terus memantau para korban dan berikan program trauma Healing, Kementerian juga akan memberikan pemulihan pemikiran kembali.**Baca juga: RSUD Kota Tangerang Masih Belum Layani Pasien BPJS Kesehatan Rawat Inap.

“Tentu para korban juga memikiran soal kehidupannya, pendidikan, dan kesehatannya maka dari itu hadirnya kita ini untuk membantu para korban dan menenangkan pikirnya, focus utama kami anak-anak karena itu yang sangat penting buat kami,” pungkasnya.(Vee)

Check Also

kabar6.com

Ini 18 Titik Kampanye Terbuka Ala KPU Kota Tangerang

Kabar6-Sebanyak 18 titik lokasi kampanye terbuka dan rapat umum yang sudah ditentukan oleh Komisi Pemilihan ...