oleh

Pasca Insiden di Tangerang, Lapas Rangkasbitung Akan Gelar Simulasi Damkar dan Edukasi Warga Binaan

Kabar6-Peristiwa kebakaran di Rutan Kelas I Tangerang yang menewaskan 40 lebih narapidana (Napi) menyedot perhatian banyak pihak, terutama rutan maupun lapas di Indonesia.

Antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran menjadi langkah yang dilakukan oleh pihak rutan maupun lapas. Begitu halnya dilakukan Lapas Kelas III Rangkasbitung.

Pasca insiden memilukan itu, Lapas Rangkasbitung dalam waktu dekat akan melakukan simulasi pemadam kebakaran (Damkar) bekerja sama dengan Bidang Damkar Satpol PP Lebak.

“Teman-teman dari Damkar tadi sudah mengecek bagaimana kondisi sarana maupun prasarana jika terjadi kebakaran. Tindak lanjut dari pengecekan itu akan dilakukan simulasi dan edukasi kepada warga binaan,” kata Kepala Lapas Rangkasbitung Budi Ruswanto saat ditemui, Jumat (10/9/2021).

Dalam simulasi nanti, petugas lapas akan dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan menggunakan alat pemadam api (APAR) sebagai penanggulangan pertama saat terjadi kebakaran. Sementara, warga binaan kita berikan edukasi tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran,” terang Budi.

Budi mengaku, dengan kondisi Lapas Rangkasbitung dan jumlah warga binaan yang over kapasitas, jumlah APAR masih sangat kurang. Namun Budi memastikan, kekurangan tersebut akan terus dipenuhi.

“Idealnya harus berapa itu nanti rekomendasi dari teman-teman Damkar. Kalau yang kami punya memang hanya 6, dengan 4 unit di antaranya dalam kondisi perbaikan,” ucap Budi.

Kewaspadaan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan lapas terus ditingkatkan secara rutin. Deteksi dini potensi kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban lapas pun dilakukan.

**Baca juga: Tebang Pohon di Kawasan Hutan Perhutani, Pria di Lebak Terancam 5 Tahun Penjara

“Kami lebih tingkatkan lagi kewaspadaannya, termasuk mengingatkan pegawai bahwa mereka harus dalam keadaan fit selama bertugas dan patuhi SOP,” kata Budi.(Nda)

Berita Terbaru