oleh

Pasca Diterjang Tsunami, Pasar Labuan Pandeglang Dilanda Banjir

Kabar6-Akibat curah hujan tinggi sejak beberapa hari lalu dan air laut pasang, pasar Labuan Kabupaten Pandeglang dilanda banjir, Rabu (26/12/2018) pagi.

Selain pasar Labuan, Perumahan BTN Sentul, sudah sejak minggu (24/12/) dilanda banjir. Berdasarkan informasi, banjir yang disebabkan meluapnya sungai Cipunten Agung telah mencapai 1,5 meter.

“Tikungan pasar labuan, Dua duanya curah hujan tinggi dan air laut sedang pasang tinggi-tingginya,” kata Andri Yoga Permana.

Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang itu sempat mengirimkan sebuah foto, dalam foto yang dikirimkan tampak air memenuhi jalan disekitar pasar labuan.

Untuk diketahui sejumlah wilayah pesisir pantai di Kabupaten Pandeglang diterjang Tsunami pada Sabtu (24/12) sekitar pukul 21:30 WIB. Akibat bencana tersebut hingga menelan korban jiwa sebanyak 290 jiwa.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut daerah yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda ialah Kabupaten Pandeglang.

“Tercatat 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, 14.395 orang mengungsi,” katanya.

Berdasarkan rilis BMKG yang tersebar, diperkirakan terjadi hujan di Selat Sunda termasuk sekitar Gunung Anak Krakatau dari pagi hingga sore dengan kapasitas sedang hingga lebat. masyarakat diminta untuk menjauh dari pesisir pantai dalam radius 500m hingga 1km.

Berikut yang dapat Rangkum dari Hasil Konferensi Pers BMKG, Selasa 25 Desember 2018, sekira pukul 23.30 WIB.

1. Masyarakat diminta agar terus memantau perkembangan melalui sumber resmi pemerintah. Untuk cuaca dari media sosial www.bmkg.go.id dan untuk aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi Magma Indonesia yang sumbernya dari PVMBG.

2. Besok, Rabu 26 Desember 2018, gelombang di perairan Selat Sunda diperkirakan mencapai 0,75-1,25/1,5/2m.

3. Hingga ada informasi lebih lanjut, masyarakat diminta untuk menjauh dari pesisir pantai dalam radius 500m hingga 1km.

4. Besok juga diperkirakan terjadi hujan di Selat Sunda termasuk sekitar Gunung Anak Krakatau dari pagi hingga sore dengan kapasitas sedang hingga lebat. Hujan inilah yang dikhawatirkan BMKG membuat tebing kawah gunung anak Krakatau, longsor.

5. Masih ada potensi longsoran tebing Gunung Anak Krakatau.

6. Dentuman di Gunung Anak Kraakatau adalah benar dan itu adalah tremor yang menyebabkan getaran. BMKG pantau dlm bntk seismik (getaran2) dikhawatirkan merapuhkan tebing kawah dan dikhawatir kan bisa longsor.

7. Gunung Anak Krakatau masih terus tumbuh.

8. BMKG mengusahakan peringatan dini sebelumm tsunami terjadi.

9. Terkait informasi laut surut itu tidak terkait dengan tsunami yang terjadi di Selat Sunda, karena taunami terjadi akibat longsoran Gunung Anak Krakatau. Kalau tanda surut air itu untuk tsunami akibat gempa atau patahan.**Baca juga: Pastikan Semua Warganya Terevakuasi, Bupati Irna Menyisir Wilayah Sumur Terdampak Tsunami.

10. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak panik. Semoga tidak terjadi apa yang dikhawatirkan dan tetap aman.(Aep)

Berita Terbaru