oleh

Para Pengerajin Tempe di Tangerang Raya Kompak Mogok Produksi

Kabar6-Para pengerajin tempe di Kampung Tempe Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang mengeluhkan harga kedelai terus alami kenaikan. Harga bahan baku yang semula Rp8 ribu, kini tembus Rp11 ribu.

Edo, salah satu pengerajin tempe di kampung tersebut mengatakan, kenaikan harga bahan baku tempe membuat para pengrajin cemas. Naiknya harga kedelai, sangat berpengaruh pada usahanya itu.

Dalam sekali produksi menghabiskan 600 kg kedelai impor. “Ya, impor, kedelai lokal kualitas nya kurang stoknya juga kurang,” ujar Edo kepada wartawan, Minggu (20/2/2022).

Edo mengatakan sebenarnya kenaikan ini dari lebaran lalu. Namun dari tiga bulan terakhir kembali mengalami kenaikan.

“Dari Rp 8 ribu sampai akhir bulan kemarin tembus Rp 11 ribu lebih,” katanya.

Meski demikian, rencananya para pengerajin tempe akan melakukan mogok produksi selama tiga hari. “Mogok tiga hari, mulai dari 21 samapai 23. Jadi Tanggal 24 sudah ada pasaran harga. Solidaritas aja mengikuti pusat. Kan takut juga bakal ada sweeping,” terangnya.

Edo mengungkapkan, jika pemerintah nantinya tidak memberikan tanggapan, para produsen tempe akan menyesuaikan harga jual dengan biaya produksi.

“Misalnya, pemerintah tidak ada tanggapan selama mogok, nanti harga jualnya kita naikan. Yang tadinya 5 ribu ukuran 25 cm jadi 7 ribu, menyesuaikan bengkaknya harga produksiproduksi,” ungkapnya.

Edo menjelaskan, tempe buatannya dikirim hingga keluar Kota Tangerang. “Sampai bogor, ciracas, pasar tradisional tangerang, sama online,” tandasnya.

Senada diungkapkan, Salah seorang pengerajin tempe di Kampung Tempe Kedaung, Mugiyono menjelaskan, aksi mogok memproduksi tempe ini dikarenakan harga kedelai yang naik cukup signifikan.

“Hampir sebulanan (harga kedelai naik, red). Dari 850 ribu per kuintal menjadi Rp1.150.000 perkuintal, naiknya 300 ribu, bayangin mas,” ujarnya kepada Kabar6.com di Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

**Baca juga: Mogok Produksi Karena Kedelai Naik, Perajin Tempe: Percuma Lapor Presiden

**Cek Youtube: Pedes! Bahas Rencana Pemekaran Tangerang Utara

Para pengerajin tempe se-Indonesia akan melakukan mogok memproduksi tempe, hal itu dikarenakan bahan utama tempe yaitu kedelai naik cukup signifikan.

Para perajin tempe mengakui sudah lelah meminta kepada pemerintah, hingga Presiden Republik Indonesia untuk menstabilkan harga kedelai. (Oke)