Panwaslu: Waspada Politik Uang dan SARA di Pilkada Kabupaten Tangerang

Deklarasi Panwaslu Kabupaten Tangerang. (Tim K6)

Kabar6-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat agar mengantisipasi munculnya politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) selama proses pelaksanaan Pilkada 2018.

Politik uang dan politisasi SARA ini dianggap mencederai proses demokrasi dan menghasilkan Pilkada yang tak berintegritas serta tidak memiliki kualitas.

“Banyak modus yang dilakukan terkait Pilkada ini, diantaranya politik uang dan SARA. Terkadang, para calon membungkus politik uang dengan dalih menyalurkan sedekah,” ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Tangerang Muslik, kepada Kabar6.com, usai menggelar acara deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA di hotel Lemo Kepala Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (13/2/2018).

Muslik menjelaskan, politik uang berbeda dengan sedekah, karena politik uang itu memberikan sesuatu berbentuk barang atau uang kepada warga pemilik hak suara dengan harapan supaya memilih sang calon tersebut.

Sedangkan, bersedekah itu menyalurkan harta bendanya ke tempat-tempat khusus, seperti panti asuhan dan lainnya dengan tulus dan ikhlas tanpa berharap imbalan.

“Saya yakin masyarakat juga lebih mengetahui maksud dan tujuan orang menyalurkan bantuan itu. Kalau menemukan modus seperti itu segera seperti laporkan ke kami dan regulasi yang mengatur tentang masalah itu juga sudah jelas,” katanya.

Lebih jauh Muslik menegaskan, pihaknya secara khusus meminta kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di kota seribu industri ini agar bersama menjaga kondusivitas wilayah selama berlangsungnya proses pelaksanaan Pilkada.**Baca Juga: 3 Pembobol Toko Sembako Diringkus Polsek Kronjo.

“Mari kita jaga bersama Pilkada ini supaya berjalan sukses dan kondusif. Tolak dan lawan politik uang dan politisasi Sara,” tegasnya.(Tim K6)