oleh

Panitia Liga Badak Sebut Bawaslu Pandeglang Terlalu Reaktif Tanggapi Laporan

Kabar6-Panitia Liga Badak di Kabupaten Pandeglang angkat bicara setelah dilaporkan ke Bawaslu Pandeglang. Namun tindakan Bawaslu untuk menindaklanjuti sebuah laporan dinilai terlalu reaktif. Sehingga sikap over reaktif tersebut dikhawatirkan bisa memancing emosi masyarakat.

Berdasarkan hasil informasi pihak Bawaslu Pandeglang telah memanggil Ketua PSSI Kabupaten Pandeglang, yang juga penyelenggara turnamen sepak bola Liga Badak 2020 hari ini, Rabu (21/10/2020).

Pemanggilan terhadap Ketua PSSI Pandeglang tersebut, terkait adanya laporan ke Bawaslu terkait adanya keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Liga Badak tersebut, serta adanya gambar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati petahana Irna Narulita-Tanto Warsono Arban yang terpasang di kawasan stadion yang menjadi lokasi kegiatan Liga Badak tersebut.

Ketua PSSI Pandeglang, Olis Solihin membenarkan, bahwa dirinya tadi telah memenuhi panggilan dari pihak Bawaslu Pandeglang, terkait adanya laporan dugaan pelanggaran kampanye terhadap salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang. Ia laporan yang di pra sangkakan kepada dirinya itu tambah Olis, diantaranya tentang gambar Bupati petahana dan soal protokol kesehatan covid-19.

“Saya jelaskan, kalau soal gambar itu yang memasangnya adalah pihak Bank BRI pada tahun 2018 lalu. Jadi aduan-aduan yang disampaikan itu saya kira sudah terbantahkan,” ujar Olis Rabu (21/10/2020).

Olis mengatakan, gambar Irna-Tanto yang terpasang dengan di stadion badak saat masih menjabat sebagai Bupati Pandeglang, dipasang oleh pihak Bank BRI. Adapun soal protokol kesehatan, dalam penyelenggaraan Liga Badan ini sudah seizin dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pandeglang, dan dari pihak Kepolisian.

“Kami juga terapkan protokol kesehatan covid-19, alat kelengkapan diri seperti hand sanitizer, cek suhu tubuh serta APD lainnya kami siapkan. Setiap penonton dan pemain yang masuk arena dicek dulu suhu tubuhnya,” jelas Olis.

Panitia Liga Badak Pandeglang, Ilma Fatwa menambahkan, pemanggilan oleh Bawaslu Pandeglang terhadap salah satu kepanitiaan liga Badak, dengan dugaan pelanggaran kampanye dirasanya pihak Bawaslu terlalu reaktif terhadap sebuah laporan tersebut, sehingga ia merasa khawatir langkah-langkah reaktif ini yang dilakukan Bawaslu Pandeglang bisa memancing emosi masyarakat.

“Saya lihat Bawaslu Pandeglang ini terlalu reaktif ya. Kita ingin Pilkada Pandeglang dilaksanakan secara damai, tertib dan damai tanpa ada masalah. Tapi saya khawatir dengan sikap reaktif ini dari Bawaslu bisa memancing emosi masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa dari awal menyelenggarakan Liga Badak tidka ada niat sedikitpun Liga Badak ini dijadikan sebagai alat media sosialisasi politik. Terkait adanya laporan yang dilakukan oleh Paslon 02 ke Bawaslu Pandeglang, dirasanya cukup aneh.

Disaat kondisi ditengah Pandemi lanjut dia, untuk berusaha menyajikan sebuah hiburan olahraga di tengah segala keterbatasan, akan tetapi mereka (pelapor-red) ingin mengotori nilai sportifitas yang sedang dijunjung melalui Liga Badak ini.

“Mereka melaporkan tanpa dasar, kemudian juga tanpa tabayun terlebih dahulu. Harusnya ditanya dulu spanduk itu dibuat oleh siapa dan dipasang oleh siapa. Tidak langsung menjustifikasi PSSI melakukan kampanye terselubung,” jelasnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi mengaku, bahwa langkah yang dilakukan dalam menindaklanjuti sebuah pelaporan itu bukan soal terlalu reaktif atau tidak. Akan tetapi kata dia, setiap ada laporan yang masuk ke lembaganya itu harus ditindaklanjuti dengan cara mengklarifikasi laporan tersebut.

“Memang ada laporan dari WNI yang memiliki hak pilih di Pandeglang, terkait kegiatan liga badak itu. Tentu laporan itu kami tindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” imbuhnya.

**Baca juga: Dari Jalan Setapak, Jadi Sepanjang 3,4 Km yang Hubungkan Tiga Desa di Patia.

Dalam laporan yang diterimanya itu lanjut Ade, mengenai dugaan keterlibatan ASN dalam kepanitiaan Liga Badak tersebut. Selain itu, di lokasi kegiatan Liga Badak ada gambar pasangan calon.

“Karena itu laporan, makanya diklarifikasi. Semua bentuk laporan tentu harus kami ditanggapi, adapun hasil klarifikasi yang sudah dilakukan, saya belum mendapatkan hasilnya sudah sejauh mana,” tandasnya.(Aep)

Berita Terbaru