oleh

Pandemi COVID-19, Wanita Ini Ancam Tamu Undangan Agar Tetap Hadiri Pesta Pernikahannya

Kabar6-Setelah WHO menyatakan COVID-19 (virus corona) berstatus pandemi, banyak acara yang sudah lama direncanakan menjadi tertunda, untuk membatasi kontak dekat dengan orang lain.

Namun seorang calon pengantin wanita yang tidak disebutkan namanya, melansir Dailymail, justru tidak ingin membatalkan pesta pernikahannya hanya karena virus corona. Namun hal yang mengejutkan, wanita itu mengancam para tamunya apabila tidak hadir ke pernikahannya. Dikatakan, jika para tamunya tak bisa datang, maka dia akan menganggap mereka telah meninggal dunia.

Kalimat itu keruan saja memancing amarah dari para netizen dan banyak yang menganggapnya sangat egois. Isi pesan yang ditulis calon pengantin wanita asal Amerika itu dibagikan dalam Reddit dan menjadi viral.

Dalam pesan asli yang dikirimkan melalui media sosial Facebook, terlihat bahwa sang calon pengantin wanita menjelaskan bahwa dia akan menikah dalam 37 hari lagi.

“Saya akan menikah dalam 37 hari!!! Saya menghabiskan 15 bulan untuk merencanakannya. Saya sudah menghabiskan banyak uang. Saya sudah berolahraga, membuat anggaran, menghindari masalah politik keluarga, mengejar respon, mencoba melakukan pekerjaan baik yang memakai listrik ataupun kayu, membuat hadiah pribadi, menjawab satu juta email, dan minum anggur (sambil berendam) di bathtub agar saya merasa benar untuk mengingatkan tamu saya bahwa…saya tidak peduli. Jika kamu melewatkan pernikahan saya karena paranoia virus corona. Kamu sudah mati bagiku,” demikian tulisnya di Facebook.

Tak makan waktu lama, para pengguna Reddit langsung menyerbu kolom komentar dari postingan tersebut. Banyak yang melontarkan kecaman kepada calon pengantin tadi karena dianggap hanya memikirkan dirinya sendiri.

“Aku juga akan marah, tetapi pikirkanlah orang lain selain dirimu hei wanita,” tulis salah satu netizen. ** Baca juga: Kakak Beradik di AS Ini Timbun 17.700 Hand Sanitizer

Kemudian netizen lain menulis, “Keren, jadi para tamu pernikahan yang memiliki penyakit apa pun yang menyerupai autoimun atau kronis akan mempertaruhkan hidup mereka dengan menghadiri pernikahannya. Saya yakin itu bernilai setara dengan ribuan dollar yang telah dihabiskan untuk kepuasannya sendiri.”

“Nenek saya hampir berusia 90 tahun. Saya sering menemuinya. Saya pikir sangat buruk untuk hanya mementingkan diri sendiri dalam situasi seperti ini. Maaf tentang pernikahanmu, tetapi saya tidak akan membahayakan kesehatan keluarga saya. Hadapilah,” komentar netizen lainnya.

Sebaliknya, beberapa orang terlihat prihatin dan mengungkapkan rasa simpatinya melalui kolom komentar. Bagaimana menurut Anda? (ilj/bbs)

Berita Terbaru