oleh

Pandemi Covid-19 ASDP Ogah Rugi, Tarif Pelabuhan Merak Naik

Kabar6-Terhitung mulai hari ini tarif jasa penyebrangan laut di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dan sebaliknya naik. Kenaikan harga tiketnya pun bervariasi mulai dari setiap golongan dan pejalan kaki.

“Perlintasan Merak Bakauheni naik. Masing-masing lintasan beda (kenaikannya), paling rendah golongan IX itu, tertinggi itu golongan IV barang, pick up,” kata Nurhadi Unggul Wibowo, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, ditemui awak media di ruangannya, Kota Cilegon, Banten, Jumat (01/05/2020).

Kenaikan tarif itu disepakati setelah melalui rapat virtual pada Kamis 30 Mei 2020 siang kemarin. Kenaikan berlaku mulai malam ini, 01 Mei 2020 pukul 00.00 wib.

“Kenaikan mulai 01 Mei sesuai Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 92 Tahun 2020,” terang Nurhadi.

Menurutnya, kenaikan tarif ditengah pandemi Covid-19 memiliki beberapa alasan. Seperti, perusahaan yang akan merugi jika tak menaikkan tarif hingga adanya larangan melayani penyebrangan orang di lintasan Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dan sebaliknya.

Selain itu, harga tiket di pelabuhan ujung barat itu sudah tidak naik sejak tiga tahun terakhir.

“Tetap akan diberlakukan karena perusahaan sudah berat, supaya mereka juga bisa bernafas, makanya diputuskan naik. Orang juga kan dilarang menyebrang, kecuali punya kepentingan. Karena kan sudah tiga tahun tidak naik, ada pertimbangan hukumnya juga, adanya pembelian tiket melalui online, adanya penggunaan bahan bakar, termasuk suku cadang, inflasi,” jelas Nurhadi.

Sebelumnya, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengaku tahun ini perusahaannya akan rugi sebesar Rp 478 miliar. Prediksinya jika pandemi Covid-19 terus berlangsung hingga akhir 2020.

**Baca juga: Modus Baru Pemudik ‘Gocek’ Petugas, Mobil Pick Up Jadi Travel.

Untuk itu dalam skenario ringan yakni Covid-19 berlangsung hingga Mei, maka perseroan berpotensi merugi Rp68 miliar. Sementara itu untuk skenario moderat yakni Covid-19 berlangsung sampai Agustus maka perseroan berpotensi rugi Rp291 miliar.

Kerugian disebabkan anjloknya penumpang dengan selama pelarangan mudik. Berdasarkan data ASDP Indonesia Ferry, penumpang, pejalan kaki, dan roda dua turun 30 persen. Kemudian roda empat atau lebih, termasuk angkutan logistik turun 14 persen.(dhi)

Berita Terbaru