oleh

Pakar Psikologi Forensik: Pelaku Mutilasi Wanita di Cikupa Orang Sehat

Kusmayadi, sesaat ditangkap polisi di Surabaya.(ist)

Kabar6-Hanya sepekan lamanya kabur dalam pelarian, Kusmayadi alias Agus bin Dulgani, pelaku mutilasi terhadap istri sirinya Nur Astiyah (34) akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krisna Murti bahkan menyebut pelaku sebagai psikopat.

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel mengatakan, karena ini proses hukum maka satu-satunya asumsi yang harus dibangun adalah tersangka merupakan orang sehat. Sehat dalam pengertian rasional, pelaku bisa memahami dan menjelaskan tindakannya.

‎”Hanya dengan asumsi seperti itu, yang bersangkutan dapat diproses secara hukum,” katanya saat dihubungi kabar6.com, Kamis (21/4/2016).

Menurut alumnus The University of Melbourne itu, asumsi lain apalagi menganggap jiwa tersangka pelaku mutilasi terganggu hanya akan membuka celah hukum bagi Agus.

Reza berpendapat, mungkin saja pada momen kejadian saat memutilasi korban, pelaku marah atau tersinggung akibat ulah Nur. Kondisi semacam itu dulu pernah dipakai sebagai pembelaan diri (insanity defense) bagi pelaku mutilasi.

“Tapi bisa dibilang bahwa pembelaan tersebut tidak meyakinkan hakim,” terang Dosen Universitas Pancasila ini lagi. **Baca juga: Pencarian Potongan Kaki Korban Mutilasi Tergendala Cuaca.

Saat ditanya psikologis Agus terkesan santai saat diringkus dan diinterogasi oleh Krisna Murti, seperti tampak dari foto yang telah beredar di kalangan awak media, Reza menyatakan kurang sependapat. **Baca juga: Tiba di Bandara Soetta, Pemutilasi Wanita Hamil Dibawa ke PMJ.

Menurutnya, sesadis apapun pelaku bisa ketakutan (shocked) juga saat diringkus polisi. Kondisi ‘tenang’, dengan demikian tidak sungguh-sungguh tenang. **Baca juga: Pemutilasi Wanita Hamil di Tangerang Tertangkap di Surabaya.

‎”Reskrim fokus menyelesaikan berkas agar segera P21 (berkas perkara lengkap), ya,”‎ harap Reza.(yud)

Berita Terbaru