oleh

Pakai Henna, Murid 12 Tahun di Inggris Diusir dari Kelas

Kabar6-Seorang siswi di Ark Global Academy, Elephant and Castle, London tenggara, Inggris, bernama Ayah Lahekal (12) dikeluarkan dari kelas karena kedapatan menghiasi tangannya dengan henna saat Idul Adha lalu.

Lahekal, melansir abbonews, dikeluarkan dari kelas selama satu jam saat keputusan dibuat, dan tidak akan menghadapi sanksi lebih lanjut. “Saya marah, saya kesal dan saya kecewa,” kata Layla Harhala (47), ibunda Lahekal

Diketahui umat Muslim merayakan Idul Adha beberapa hari lalu, dan selama haji, wanita Muslim biasanya melukis kulit tangan dan kaki mereka dengan desain yang rumit menggunakan henna, sejenis pewarna tradisional yang berasal dari tanaman. Umumnya Henna hanya bertahan hingga dua minggu.

Harhala mengatakan, tato temporer pada tangan Lahekal merupakan bagian dari perayaan keagamaan. Tetapi wanita itu mengatakan, Lahekal telah mengirim SMS dari toilet sekolah untuk memberi tahu bahwa gurunya bersikeras bahwa tidak ada pengecualian untuk kebijakan mereka.

“Sebagai seorang ibu, saya merasa kasihan pada putri saya karena saya pikir kita semua harus bebas merayakan dengan cara yang berbeda bagaimana kita menikmati Idul Adha,” ujar Harhala. “Dalam isolasi, Anda hanya mendapatkan layar komputer dan harus melakukan pekerjaan Anda dalam diam. Tidak ada permintaan maaf yang diberikan. Saya marah. Marah,”

Harhala yang bekerja sebagai bidan senior di Rumah Sakit King’s College, mengatakan, dia diizinkan memakai henna untuk bekerja. “Apa masalahnya? Ini dua kali setahun hanya selama dua minggu. Kami tidak melakukan kesalahan, kami hanya merayakannya,” tegas Harhala. “Saat ini kebijakan (sekolah) tidak jelas.”

Ditambahkan Harhala, “Mereka sepertinya tidak bisa menunjukkan kepada saya di mana dikatakan itu dilarang sekarang. Saya ingin penjelasan. Ini diskriminasi.” ** Baca juga: Inggris Larang Iklan Kencan dengan ‘Wanita Ukraina Kesepian’ yang Bermunculan di Internet

Sementara Lakehal mengatakan, dia merasa ditinggalkan dan didiskriminasi karena agamanya. “Saya merasa sangat tertekan karena saya tidak diizinkan untuk merayakan apa yang hanya saya miliki sekali atau dua kali setahun,” terang Lakehal.

Seorang juru bicara sekolah menjelaskan, “Kebijakan seragam kami menyatakan bahwa make-up dilarang di sekolah dan kami memiliki pedoman lain seputar perhiasan dan dekorasi. Tato henna saat ini tidak termasuk dalam kebijakan seragam kami dan, dengan demikian, diperlukan waktu satu jam untuk mempertimbangkan apakah siswa dapat melanjutkan seperti biasa. Setelah satu jam, siswa kembali ke proses normal dan belum ada sanksi yang berkelanjutan.”

Juru bicara yang tak disebutkan namanya itu mengatakan, sekolah sedang meninjau kebijakannya untuk memastikan semua anggota komunitas kami jelas tentang keyakinan.

“Ark Globe Academy bangga menjadi sekolah yang inklusif dan beragam serta memiliki murid dan staf dari berbagai agama dan latar belakang,” katanya lagi.(ilj/bbs)