1

Polisi Gadungan Ditangkap, 2 Softgun Bareta Disita

Kabar6-Seorang penipu yang kerap beraksi dengan modus mengaku sebagai anggota polisi, akhirnya ditangkap petugas Polsek Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (26/7/2012).

Tersangka Bambang Julianto als Bayu Nugraha als M. Ali (39), diringkus di dirumahnya, Jalan Musyawarah, RT 04/06, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangsel.

Kapolsek Ciputat, Kompol Alip mengatakan, penangkapan tersangka mengacu pada laporan Sunardi (27), warga Jalan Bulak Raya, RT 002/002, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangsel.

Sebelumnya, Sunardi yang kehilangan sepeda motor justru ditipu jutaan rupiah oleh pelaku, dengan modus berpura-pura sebagai polisi yang akan mencarikan sepeda moror korban yang hilang.

“Jadi, begitu mendapat kabar dari korban terkait keberadaan pelaku, kami langsung bergerak dan bertindak meringkusnya,” ujar Kapolsek.

Dari tangan pelaku, polisi juga menyita barang bukti 1 stell Pakaian Dinas Harian (PDH) Polri dengan pangkat IPTU lengkap berikut atributnya.

Satu buah jaket Diktukba Polri XXV SPN Lido Bantamal, 2 senpi soft gun jenis Baretta (merk Kjworks made in Taiwan), Revolver (seri 708 merk Taiwan) dan 4 gas (co2) Umarex.(Turnya)

Caption Foto: Kapolsek Ciputat Kompol Alip tengah menunjukkan tersangka polisi gadungan yang diamankan.(Turnya)




Kasus KDRT di Tangsel Ibarat Fenomena Gunung Es

Kabar6-Kekerasan yang menimpa perempuan dan anak ternyata masih sering terjadi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). Bahkan, jumlahnya mengalamin peningkatan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sepanjang Januari-Mei 2012 saja, tercatat dalam sebulan rata-rata ada 10 aduan masyarakat terkait kekerasan yang dialami perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Kota Tangerang.

Ketua Pusat Advokasi Hukum dan Ham (Paham Indonesia), Sabaruddin mengatakan, meningkatnya KDRT tersebut salah satunya akibat  diberlakunya Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

“UU No 23 Tahun 2004 ini memang terbilang baru, sehingga kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya pun belum terlalu menjiwai spirit dan subtansinya,” katanya usai audensi dengan DPRD Kota Tangsel, Kamis (26/7/2012).

Dari angka kasus kekerasan dalam keluarga yang tercatat di Polres Tangerang sejak bulan Januari hingga Mei 2012, persentase  peningkatan terjadi dalam setiap bulannya.

Secara keseluruhan, kata Sabarudin, kasus KDRT yang terjadi sebanyak 31 pelapor, lima kasus diantaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri dan dianggap memenuhi syarat penuntutan atau yang sering disebut dengan istilah P21.

Tapi, lanjut dia, sisanya 20 berkas kasus tindak tersebut, terpaksa dihentikan akibat sejumlah alasan yang sebagian besar tidak cukup bukti atau pihak pelapor melakukan penarikan pengaduan.

“Yang dihentikan penyidikannya cenderung pada kasus yang berhasil dimediasi di tingkat penyidik dan antara pengadu dengan teradu bisa didamaikan serta kembali rujuk,” katanya.

Sabarudin mencontohkan, kasus KDRT warga Serpong yang melaporkan kisah kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suaminya. Dalam kasus ini, katanya, hidung korban KDRT tersebut mengalami luka patah.

Pelaku sendiri  dilaporkan istrinya ke Polres Tigakraksa atas perbuatan kekerasan dalam rumah tangga, dengan melakukan pemukulan di bagian wajah. Namun kasus penganiayaan tersebut sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian.

“Kami sudah laporkan kasus ini kepihak kepolisian polres Tigaraksa. Namun selama 3 bulan ini kasus tersebut tidak ada kejelasan, polisi menanggap kasus ini ringan. Apa yang sebenarnya pola pikir penyidik dalam kasus tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Sabaruddin mengatakan, bentuk antisipasi pihak kepolisian untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan yakni dengan cara turun melakukan pembinaan serta penyuluhan.

Diharapkan, muncul kesadaran masyarakat untuk menghargai hak-hak perempuan sehingga tidak muncul kekerasan yang mengakibatkan permasalahan sampai mengarah ke tindak pidana.

“Ada baiknya Tangsel mencontoh seperti Kota Bekasi yang UNI PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) banyak diisi oleh penyidik polwan, agar secara psikologis mereka lebih bisa diharapkan dalam perlindungan terhadap perempuan” pungkasnya.

Sementara itu, Fitria Delifa, salah seorang korban kekerasan dalam rumah tangga menuturkan, ketidaktahuan akan hak dan buta hukum yang menyebabkan perempuan kurang dilindungi baik pada saat mengalami kekerasan maupun saat memproses di kepolisian.

Dokter yang saat ini bekerja disalah satu Puskesmas di Setu ini juga menambahkan, bahwa KDRT adalah perkara laten. Angka angka dikepolisian hanyalah fenomena gunung es saja, karna pada kenyataannya, korban yang tidak melapor jauh lebih banyak.(evan)

 




Polisi Razia Petasan di Pasar Balaraja & Cikupa

Kabar6-Jajaran Kepolisian Resor Kota Tangerang merazia sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran petasan di kawasan Pasar Balaraja dan Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/7/2012).

Hasilnya, dari kawasan tersebut, polisi berhasil menyita ratrusan butir petasan berbagai jenis. Tak hanya itu, dalam razia itu polisi juga berhasil menemukan sebuah gudang berisi ratusan botol minuman keras berkadar alkohol diatas 5 persen.

Petugas Binamas Polres Kota Tangerang, AKP Suparman mengatakan, razia sengaja digelar dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi ummat islam yang tengah menjalankan ibadah puasa ramadhan.

“Target utama kami dalam razia ini sebenarnya adalah petasan. Hal itu merujuk dari banyaknya keluhan masyarakat tentang peredaran petasan. Tapi, saat dilakukan razia ternyata kami juga menemukan gudang miras,” ujar Suparman.

Seluruh barang terlarang yang terjaring dalam razia itu kemudian diamankan ke Mapolres Kota Tangerang, guna pengusutan lebih lanjut. Rencananya, petasan dan miras hasil razia itu akan dimusnahkaan.

Sedangkan para pedagang yanag terbukti menjual petasan dan miras, didata untuk kemudian akan diajukan menjalani sidang Tipiring.(bad)




Ketua Yayasan Langit Biru dan Istrinya Dibekuk di Purwakarta

Kabar6-Ketua yayasan Langit Biru Jaya Komara yang telah menipu ratusan nasabahnya berhasuk dibekuk Tim Buru Sergap Polres Kota Tangerang, di tempat persembunyiannya di wilayah Purwakarta, Jawa Barat , Selasa malam (24/7/202).

Selain Jaya Komara, Istrnya juga ikut ditetapka sebagai tersangka. Kini Komara  maupun TI istrinya ditahan di Bareskrim Polri.

Karo Penmas Polri, Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan sejak semalam JK (Jaya Komara) bersama istrinya dibawa ke Bareskrim termasuk seorang anaknya. Keduanya langsung diperiksa terkait kasus KLB yang dilaporkan para korbannya.

“Keduanya ditahan, untuk tersangka TI pasal yang disangkakan ikut serta menikmati hasil dari kasus tersebut,” jelas Boy Rafli, Kamis (26/7).

Boy juga mengatakan saat ini baru ada empat korban yang melaporkannya. Pihak kepolisian imbau agar korban lainnya untuk membuat laporan.
“Korban bisa mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan jika menjadi korbannya,” sambungnya.

Sebelumnya diketahui sejak DPO sejak tanggal 5 Juni lalu, Jaya Komara berhasil ditangkap di Purwakarta Jabar. Dari penangkapan tersebut petugas sita uang tunai Rp41 juta dan sebuah handphone. Selain itu petugas juga tangkap istrinya TI yang berada tidak jauh dari lokasi penangkapan hotel Khaisa Purwakarta

Tersangka diduga telah menipu belasan ribuan nasabah dengan berkedok menanam paket saham satu paket senilai Rp 10 jutaan. Nasabah yang mengivestasikan uangnya Rp 10 juta dijanjikan setiap bulan mendapatkan keuntungan Rp 1,2 juta ,diberikan dalam bentuk sembako dan uang.

Pada awalnya janji itu dipenuhi,tapi ketika nasabah sudah terlanjur banyak bonusnya tidak mencair dan ketika didesak nasabah pengurus yayasan malah kabur dan kantor pusatnya di Tangerang tutup.

Awalnya nasabah tidak mau melaporkan kasusnya ke polisi dengan alasan khawatir uang yang ditanam tidak dikembalikan oleh pihak yayasan. Konon uang nasabah mencapai Rp 6 triliun. Karena para nasabah sudah pesimis uang kembali akhirnya dilaporkan ke Polres Kota Tangerang. Kini kantornya dipasang police line oleh petugas.

Sementara Kapolres KotaTangerang Kombes Bambang Priyo Andogo menjelaskan, setelah menangkap pemilik yayasan pihaknya terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan penipuan ini. Puluhan nasabah yang dirugikan sudah diperiksa dan petugas melakukan penyitaan aset-aset yayasan.

Kapolres mengimbau nasabah jangan berbuat anarkis dan mempercayakan penanganannya kepada polisi. “Jangan bertindak sendiri-sendiri, karena kasusnya menyangkut hukum serahkan sepenuhnya kepada kami,”tegasnya.

Menanggapi kegelisahan para nasabah tentang nasib uangnya tidak kembali, menurut kapolres itu sangat dipahami tapi kapolres mengatakan aset yayasan yang disita bisa saja dilelang dan hasilnya untuk mengganti uang para nasabah.(PK/sak)

 




Ruang Kelas Rusak, Siswa SDN Pondok Jaya 01 Belajar Siang

 

Kabar6-Akibat kerusakan ruang kelas, jam belajar ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri  (SDN) Pondok Jaya 01, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), terpaksa dirubah menjadi siang hingga sore hari.

Padahal, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany sebelumnya telah menghimbau agar seluruh kegiatan belajar sekolah dasar (SD) dilakukan pada pagi hari.

Kepala SDN Pondok Jaya 01, Kelurahan Pondok Jaya, Abdul Oji mengaku terpaksa merubah jam belajar ratusan siswa di SDN itu dari pagi menjadi siang, karena keterbatasan ruang kelas.

“Kami berharap ruang kelas yang rusak bisa segera diperbaiki, agar tidak ada lagi siswa di SDN ini yang belajar siang hari,” ujar Abdul Oji, Rabu (25/7/2012).

Menurut Oji, untuk menjadikan seluruh siswa di SDN itu bisa belajar pada pagi hari, pihaknya masih membutuhkan sekitar 15 ruang kelas lagi.

“Sekarang baru ada 7 ruang kelas. Jadi, kami masih kekurangan 8 ruangan lagi untuk menjadikan siswa seluruhnya masuk pagi,” ujarnya.

Ya, SDN Pondok Jaya 01 berdiri diatas lahan seluas 4.000 meter, yang lokasinya digabung dengan SDN Pondok Jaya 03.

Saat ini, kondisi seluruh ruang kelas di SDN itu dalam kondisi rusak parah, karena sudah 10 tahun terakhir tidak pernah direnovasi oleh pemerintah.

Sesuai janji Dinas Pendidikan Tangsel, usai lebaran tahun ini akan dilakukan perbaikan terhadap seluruh ruangan kelas yang rusak di dua SDN tersebut.

“Kami sudah dapat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan, bahwa sekolah ini akan segera diperbaiki secepatnya. Semoga, perbaikan bisa benar-benar terealisasi,” ujar Oji sembari berharap sekolah itu juga diberi fasilitas mobil dinas dari pemerintah setempat.(turnya)




PDI Perjuangan Segera Survey 12 Nama Balon Bupati Tangerang

Kabar6-Guna memenangkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tangerang 9 Desember 2012 mendatang, DPC PDI Perjuangan mulai melakukan survei terhadap 12 nama Bakal Calon (Balon) Bupati dan Balon Wakil Bupati Tangerang.

Nama ke 12 Balon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang yang disurvei itu berasal dari berbagai kalangan, yang sebelumnya telah mendaftar dan mengembalikan formulir ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, di Jalan Perintis Kemerdekan, Cikokol, Kota Tangerang.

Ketua Team Penjariangan Balon Bupati dan Wakil Bupati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Ahmad supriyadi mengatakan, sesuai jadwal pengembalian formulir terakhir pada tanggal 27 Juli 2012.

Lanjut Supriyadi, hasil verifikasi ini nantinya akan dilaporkan kepada forum rapat soal figur siapa saja yang akan masuk ke tahapan selanjutnya. Setelah itu, barulah nama balon akan di sampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

“Tim survei akan mulai bekerja setelah ditunjuk oleh partai. Dan, siapa yang berada pada posisi teratas, maka itulah yang akan dicalonkan oleh partai,” ujarnya.

Dari ke 12 balon yang mendaftar ke DPC PDI Kabupaten Tangerang, diantaranya adalah Ahmed Zaki Iskandar, H. Ahmad Suwadi, Barhum HS, H. Dedi Kurniadi, Aden Abdul Khaliq dan Edi Sunardi.

Sementara, salah satu balon Bupati yang mendaftar ke PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, H. Dedi Kurniadi saat ditemui usai pengembalian verifikasi formulir pendaftaran mengatakan, dirinya siap mengikuti semua proses penjaringan yang dilakukan PDIP.

Selain adanya keinginan untuk berbakti terhadap masyarakat Kabupaten Tangerang, pendaftaran H. Dedi Kurniadi dalam bursa penjaringan Balon Bupati yang dilakukan DPC PDI Perjuangan juga karena adanya dorongan dari lapisan masyarakat.

“Ingin memberikan konstribusi terhadap Kabupaten Tangerang tentunya dengan perubahan dan jawaban masalah yang selama ini masih dihadapi. Itu yang utama yang akan menjadi perhatian saya,” terangnya.(Evan)

 




Motor Serempetan, Gadis Remaja Tewas Terlindas Truk

Kabar6-Seorang gadis remaja   tewas setelah motor  Honda Blade A 6638 BT yang dikemudikannya bertabrakan dengan truk Nissan BA 9831 WL di Jalan Raya Serang-Jakarta, depan pintu masuk PR Indah Kiat Pulp Paper,Rabu (2/7/2012) petang

.

Korban Sarah,17, waga Desa Pengampelan  Kec, Walantaka, Kota erang, menemui ajal dalam perjalanan ke RSU Serang. Sementara sopir truk  Dafrick Santo, 25, warga Kab. Solok, Sumatera Barat, diamankan polisi.

Menurut keterangan saat itu korban meluncur dari Serang ke arah Jakarta. Setiba di lokasi kejadian, motor yang dikemudikan korban berserempetan dengan motor yang tidak diketahui identitasnya yang berjalan dari arah yang sama.  Motor korban terlempar ke kanan jalan, kemudian terlindas truk Nissan  yang datang dari arah berlawanan.

Petugas Unit Lakalantas Polres Serang segera membawa korban ke rumah sakit namun karena luka di kepala cukup parah, korban tewas sebelum tiba di RSUD Serang. Untuk proses penyidikan, kedua kendaraan bersama supir truk diamankan di Mapolres Serang.(sak)




Target Zakat Tangsel 2012 Capai Rp 2 Milyar

Kabar6-Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) setiap bulannya menerima zakat sebesar Rp 45 juta dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat. Pada tahun 2012 ini target yang ingin dicapai dari perolehan zakat sebesar Rp 2 Milyar.

Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Bazda Kota Tangsel, Endang Saefudin, di kantornya, Rabu, (25/7/20012). “Hasil dari zakat fitrah akan kita salurkan kepada yang mendapat berhak,” ungkap Endang.

Dia menjelaskan, target perolehan yang telah ditetapkan pada tahun 2012 ini meningkat dari periode sebelumnya. Tahun 2009, menurut Endang, target zakat sebesar Rp 500 juta dan tahun 2010 target Rp 1,1 Milyar serta tahun 2011 target mencapai Rp 1,7 miliar.

“Setiap tahun target kita tingkatkan, karena potensinya cukup besar,” ujar Endang. Pihaknya juga telah menetapkan untuk zakat fitrah dikenakan Rp 25 ribu atau 3,5 liter beras. Sedangkan, lembaga ini telah menyebarkan 750 ribu ku[pon kepada Muzakki (pemberi zakat-red).

Meski demikian, sambung Endang pengumpulan zakat bukan tanpa hambatan. Bahkan, pengumpulan zakat dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tidak maksimal. Hal tersebut dikarenakan masyarakat memberikan zakat memakai pola lama, diantaranya zakat diberikan ke guru ngaji dan dukun beranak.

Kemudian, banyaknya lembaga zakat selain BAZDA yang membuka layanan zakat bagi warga. “Meskipun kondisinya seperti itu, kita tetap maksimal dalam mengumpulkan zakat,” katanya.

Bazda Kota Tangsel, kata Endang di tahun 2011 telah menyalurkan zakat yang terkumpul sebesar Rp 1,6 miliar. Penyaluran tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan Februari-Maret.

Sedangkan, tahap kedua Mei-Juni. Penyaluran zakat diantaranya untuk bedah rumah, bantuan kesehatan, bantyuan pendidikan (beasiswa-red), bantuan gurungaji dan TPA/TPQ, bantuan muallaf dan dhuafa serta bantuan untuk peningkatan sarana ibadah.

“Bahkan, saat ini semua dinas dilingkup Pemkot Tangsel setiap bulannya memberikan zakat sebesar Rp 45 juta,” ujarnya. Menurutnya sejauh ini kesadaran masyarakat Tangsel untuk berzakat memang sudah bagus, walaupun masih banyak yang berzakat dengan masing-masing.(ymw)




Eksekusi Belum Jelas, 2 Terpidana Mati Ajukan Permintaan Terakhir

Kabar6-Kepastian waktu eksekusi mati dua warga negara asing (WNA), Namaona Denis asal Malawi dan Muhammad Abdul Hafez dari Pakistan, terpidana kasus narkotika yang telah divonis Pengadilan Negri (PN) Tangerang, masih buram.

Sampai kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang belum juga memastikan kapan hukuman mati terhadap dua terpidana itu bisa dilaksanakan. Padahal, janjinya eksekusi mati itu bakal dilakukan bulan Juli ini.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Andi Konggoasa mengatakan, Kejari belum menentuhkan sikap kapan jadwal untuk menghukum mati kedua terpidana kasus narkoba itu.

Alasannya, sampai saat ini Kejari belum mendapatkan keputusan resmi eksekusi dari Kejaksaan Agung (Kejagung). “Pimpinan dari Kejagung yang kami tunggu sikapnya, jadi keputusannya ada di Kejagung dan kami hanya mengikutinya,” kata Andi, Rabu (25/7/2012).

Andi menjelaskan, bila Kejagung telah memberikan sikap atas pelaksaan eksekusi atas diri kedua WNA itu, Kejari Tangerang tentunya akan segera melakukan eksekusi dengan menyerahkan kepada regu tembak.

“Bukan hanya kami, tetapi dari beberapa kejaksaan di seluruh Indonesia, sudah menunggu 100 orang narapidana yang juga akan dieksekusi mati,” kata Andi.

Ditanya soal permintaan terakhir, Andi mengatakan, bahwa ke dua narapidana itu telah menyampaikannya kepada pihak Kejari melalui surat dan telah diteruskan kepada pihak keluarga masing-masing terpidana.

“Pihak keluarga sendiri sudah menyatakan siap untuk bertemu, sebagai bentuk pemenuhan keinginan dari ke dua terpidana itu,” ujar Andi. 

Namun demikian, lanjut Andi, pihaknya juga tidak bisa memenuhi permintaan lain dari dua WNA itu karena dianggap tidak etis. “Kalau etis, tentu permintaannya akan kami kabulkan. Namun, ada juga permintaan yang tidak etis, dan tidak bisa kami kabulkan,” ujar Andi tanpa menjelaskan apa permintaan tidak etis dimaksud.

Diketahui, dua narapidana segera dieksekusi mati itu adalah Namaona Denis asal Malawi dan Muhammad Abdul Hafez dari Pakistan. Keduanya diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang bersalah dalam kasus penyelundupan narkotika tahun 2011 lalu.

Namaona Denis terbukti terlibat kasus penyelundupan satu kilogram heroin, sedangkan Muhammad Abdul Hafez juga terbukti bersalah menyelundupkan 900 gram heroin.(rah)




Replikasi PNPM Kabupaten Tangerang 2012 Rp. 22,7 Milliar Dikucurkan

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akhirnya menggelontorkan dana untuk program Replikasi PNPM tahun anggaran 2012 sebesar Rp. 22,7 milliar.

Dana Replikasi PNPM tersebut sudah diterima oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) pada akhir pekan lalu dan langsung disalurkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang tersebar di 29 kecamatan se Kabupaten Tangerang.

Demikian dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKP3M) Kabupaten Tangerang, Didi Aswadi, Rabu (25/7/2012).

Menurut Didi, anggaran Replikasi PNPM Mandiri tahun 2012 itu terbagi dalam 965 kegiatan yang tersebar di wilayah desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang. Diantaraanya infrastruktur sebanyak 366 kegiatan, ekonomi sebanyak 292 kegiatan dan sosial sebanyak 307 kegiatan.

“Kami meminta KSM sebagai pelaksana kegiatan agar menjalankan kegiatan sesuai aturan berlaku. Sehingga program pemberdayaan masyarakat ini dapat tercapai,” harapnya.

Diketahui sebelumnya, pada awal Juli lalu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar telah menandatangani Nota Perjanjian Hibah (NPH) program Replikasi PNPM tahun 2012 dangan BKM  yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah Hermansyah dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) se-Kabupaten Tangerang yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Ismet meminta kepada seluruh pengelola R-PNPM baik BKM dan KSM agar mampu melaksanakan seluruh kegiatan ini bersama masyarakat secara efesien dan efektif.

“Bagi desa yang tidak mendapat alokasi R-PNPM tahun 2011 dan 2012 akan diakomodir dalam APBD perubahan tahun 2012 dan setiap desa akan mendapat alokasi sebesar Rp50 Juta,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 27 anggota DPRD Kabupaten Tangerang sempat menandatangi surat rekomendasi untuk menggunakan hak interpelasi kepada Bupati Tangerang Ismet Iskandar, terkait tidak dilaksanakannya program R-PNPM tahun 2011 yang telah dialokasikan APBD sebesar Rp.25 miliar.

Surat itu bahkan sempat disampaikan kepada pimpinan dewan tentang penyampaian interpelasi kebijakan pembatalan Replikasi PNPM yang sudah ditetapkan dalam Perda APBD TA 2011. Surat itu diterima Plt Setwan DPRD Kabupaten Tangerang Muryati pada Jumat (17/2) lalu .

Dalam surat penyampaian interpelasi yang ditandatangani 27 anggota DPRD dari 8 fraksi (Non-Fraksi Golkar) ini, pengusul interpelasi meminta keterangan kepada Bupati Tangerang Ismet Iskandar atas pembatalan program R-PNPM 2011 sebesar Rp25 miliar yang telah dianggarkan dalam APBD 2011.

Sayangnyaa, hingga digelontorkannya Replikasi PNPM 2012 sebesar Rp. 22,7 milliar, ternyata kalangan DPRD Kabupaten Tangerang tidak juga menggunakan hak interpelasi kepada Bupati Tangerang, Ismet Iskandar.(dre/tom migran)