oleh

Organisasi Ekstrim Harus Hilang dati Banten

Kabar6-Organisasi ekstrim seperti Negara Islam Indonesia (NII), ISIS, dan lainnya harus bisa dihilangkan dari Provinsi Banten agar tidak mengancam persatuan dan kesatuan Negara Indonesia.

“Perubahan saat ini sangatlah cepat, sehingga tidak hanya membawa pengaruh yang positif, tetapi juga akan ada pengaruh negatif. Kalau para tokoh (agama dan masyarakat) tidak urun rembuk, maka ancaman perpecahan akan semakin serius,” kata anggota Badan Pengkajian MPR RI, Dimyati Natakusumah, dalam pembahasan implementasi Pancasila, UUD 1945, dan sistem Ketatanegaraan di Pandeglang, Banten, Rabu (30/09/2015).

Mantan Bupati Pandeglang ini bercerita apa yang terjadi di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) yang saat ini dipimpin oleh gubernur dari tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menurutnya, potensi perpecahan terus ada jika tidak ditangani secara serius dan mengedepankan kearifan lokal.

“Kalau kita sedang sedang rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Intelejen atau Panglima TNI, sangat miris bahwa ancaman disintegrasi ini terus menguat jika kita tidak serius mencari solusinya,” terangnya. **Baca juga: Diduga Gunakan Gas Subsidi, Pabrik Pipa Baja di Cilegon Digerebek.

Acara yang digelar bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Banten dan tokoh Banten ini, berharap banyak kepada pemuka agama, tokoh jawara, hingga tokoh masyarakat yang setiap hari bersentuhan langsung dengan rakyat agar turut serta menjaga persatuan, kesatuan, dan selalu menjaga perdamaian di bumi jawara.

“Minimal untuk Banten sendiri tidak muncul gerakan atau orang yang berusaha memecah NKRI. Negara kesatuan itu harga mati,” tegasnya.(tmn)

 

Berita Terbaru