oleh

Obat Terapi Covid Langka, Dinkes Tangsel Minta Warga Infokan Penjualan Diatas HET

Kabar6-Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) menanggapi kelangkaan obat terapi Covid-19 di wilayahnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) pada Dinkes Kota Tangsel, dr. Deliana Safitri mengungkapkan, soal kelangkaan dan melambungnya harga obat yang terjadi, pihaknya mendapatkan laporan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Kemarin sih sempat kordinasi sama Satpol PP. Sebenarnya dari Satpol PP ada laporan, katanya ada toko obat yang harganya ga masuk akal, jadi baru dapet laporan aja. Dari Satpol PP, katanya dari laporan masyarakat, cuma juga kita belum turun, Satpol PP nya mungkin udah (turun) kali,” ujarnya kepada wartawan, ditulis Sabtu (10/7/2021)

Maka dari itu, Derliana meminta kepada masyarakat agar turut berperan aktif, jika ditemukan adanya apotek, klinik ataupun rumah sakit, yang menjual obat terapi Covid-19 diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Itu (penjualan obat diatas HET, red) dilaporin aja ke kita. Saya dikirimin buktinya aja, maksudnya nama sarana (penjual, red) nya, kronologi kejadiannya, jadi bisa ditindaklanjuti,” tegas Deliana.

Deliana menuturkan, saat ini obat terapi Covid-19 seperti Ivermectin, Oseltamivir, Azithromycin, Tocilizumab langsung dimohonkan kepada Pemerintah Pusat.

Namun, Deliana menerangkan, pendistribusian obat-obatan tersebut hanya untuk puskesmas dan rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dan tidak didistribusikan keluar dari Puskesmas ataupun rumah sakit..

“Jadi (obat terapi covid, red) tidak didistribusikan ke luar puskesmas dan rumah sakit. Jadi kalau untuk ke swasta tidak ada, karena memang masih terbatas. Dan dapetnya juga, dari Pusat dan Provinsi Banten. Tapi memang, kita belum turun dalam pengawasan ya, ke apotek apotek langsung, sampai saat ini belum check langsung,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa obat yang dapat menjadi terapi Covid-19 mengalami kelangkaan di pasaran. Kelangkaan itu diungkap beberapa apotek di Kota Tangerang Selatan.

Staf Apotek Kawi Jaya Pamulang, Wakijo menerangkan, saat ini distributor pemilik obat terapi Covid-19 layaknya Ivermectin, Oseltamivir, Azithromycin, Tocilizumab telah kosong kurang lebih 3 atau 4 minggu yang lalu.

“Jadi kalau untuk terapi yang Covid ini kita kosong lah, paling Fapifilir doang kita punya, yang lain kita kosong. Ada beberapa yang punya stoknya, cuman harganya kita ga masuk dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) (Kementerian Kesehatan, red) yang ditempel itu,” ujarnya kepada wartawan, ditulis Kamis (8/7/2021).

**Baca juga: CSR Indah Kiat Berikan Bantuan Ribuan Hidroponik dan Benih Lele ke Pakualam.

Selain langkanya obat jenis tersebut, diterangkannya, harga yang melambung tinggi membuat sejumlah apotek di Kota Tangsel enggan menjual obat terapi Covid-19 itu.

Pasalnya, dengan adanya ketetapan HET, membuat pihaknya tidak ingin dianggap mengambil keuntungan yang berlebih.

“Kalo distributornya kita ada APL (Anugrah Pramindo Lestari). Kemarin itu Azithromycin dari Pfizer punya, emang sebelumnya dari dulu emang mahal,” ungkapnya.(eka)

Berita Terbaru