oleh

Nomor Seri dan Logo Angkot di Tangsel Bakal Dirubah

Kabar6-Ribuan kendaraan umum angkutan perkotaan (Angkot) yang beroperasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mayoritas minim terpampang sticker nomor dan tujuan trayek.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat berencana akan memberlakukan kebijakan khusus.

“Nantinya semua angkot akan dipasangi stiker sesuai dengan trayek dan jurusannya masing-masing,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo Kota Tangsel, Wijaya Kusuma, kepada kabar6.com di kantornya, Selasa, 11 Desember 2012.

Sebelumnya di hari yang sama, kata Wijaya, pihaknya telah menggelar sosialisasi stikerisasi kendaraan angkutan umum perkotaan yang dihadiri Organda Tangsel dan sejumlah unsur kepentingan lainnya.

Nantinya seri trayek dan daerah-daerah rute akan ada perubahan disesuaikan dengan peremajaan angkutan umum yang kini terus digodok.

Bahwa  jaringan trayek dan jumlah kendaraan angkutan umum di Kota Tangsel masih mengacu pada keputusan Bupati Tangerang Nomor 551.21/kep.587-Huk/2008 tentang Jaringan Trayek dan Jumlah mobil Penumpang Umum Angkutan Pedesaan di Wilayah Kabupaten Tangerang.

“Sehingga perlu adanya penetapan ulang jaringan trayek dan jumlah mobil penumpang umum angkutan perkotaan,” jelas Wijaya.

Wijaya mencontohkan, bila saat ini kode nomor seri Angkot yang beroperasi masih menggunakan huruf D dan logo Kabupaten Tangerang.

Maka kedepannya seluruh Angkot akan diubah menjadi TS berikut dengan logo Kota Tangsel. Seperti Angkot D-03 jurusan Ciputat-Lembah Bukit akan merubah menjadi TS-01. D-06 jurusan.

Ciputat-Jombang nantinya akan diubah menjadi TS-02. D-12 jurusan Ciputat-Serua Permai-Parung Beuying-Maruga Raya akan diubah menjadi TS-08 dan seterusnya.

Perubahan trayek ini, lanjut Wijaya, masih menunggu dan akan ditetapkan dalam peraturan walikota (Perwal) dan keputusan walikota (Kepwal) tentang Jaringan Trayek. Ia tak menampik, bila dari 24 jumlah trayek yang ada di Kota Tangsel hanya 20 dinyatakan sehat.

“Penumpang nantinya akan lebih mengetahui trayek kendaraan dan kami akan adakan sosialisasikan lebih lanjut. Pembatasan waktu juga diberlakukan seperti D-22 jurusan Cileduk-Bintaro hanya sampai jam 17.00 WIB karena ada ojek,” papar Wijaya.(yud)

Berita Terbaru