oleh

Mungkinkah COVID-19 Menular Lewat Makanan Setelah Terjadi Lonjakan Kasus di Pasar?

Kabar6-Adanya lonjakan angka penderita COVID-19 yang terjadi di pasar Xinfadi Beijing, Tiongkok, beberapa waktu lalu menimbulkan dugaan, apakah makanan bisa menyebarkan COVID-19?

Namun sejauh ini, ribuan sampel makanan laut impor, domestik, daging dan sayuran di Tiongkok dinyatakan bebas dari virus Corona. Organisasi Kesehatan Pangan Internasional, melansir Detikhealth, mengatakan bahwa tidak ada bukti COVID-19 dapat menyebar melalui makanan atau kemasan makanan.

Namun, hal ini tidak menghentikan Tiongkok memperketat kontrol impor di tengah kekhawatiran wabah Corona gelombang kedua yang mungkin berkaitan dengan makanan impor.

“Tidak ada bukti bahwa orang dapat terkena virus Corona COVID-19 dari makanan atau dari kemasan makanan,” kata Stephen Hahn, US Secretary of Agriculture Sonny Perdue and Food and Drug Administration.

Ditambahkan, “Sistem keamanan pangan AS yang diawasi oleh agen kami memastikan keamanan produk makanan kami, termasuk produk untuk ekspor.” ** Baca juga: Trik Ubah Junkfood Jadi Makanan Sehat

Hingga saat ini asal usul wabah Corona gelombang kedua di Beijing masih belum diketahui pasti. Namun sebelumnya dikatakan bahwa ada jejak virus Corona dalam talenan yang digunakan untuk salmon impor di pasar Xinfadi.

Pejabat kesehatan Tiongkok telah mengakui, dugaan kontaminasi dari luar negeri hanya teori. Seorang pejabat bea cukai pekan lalu mencatat bahwa risiko virus Corona COVID-19 menyebar melalui makanan sangat rendah.

Diketahui, Tiongkok dan Norwegia adalah produsen salmon terbesar di dunia yang sepakat bahwa ikan dari Norwegia bukan sumber infeksi Corona di Beijing. Dugaan terkait penularan Corona dengan salmon juga disebut tidak menurunkan permintaan tajam penjualan makanan laut.

“Saya tidak berpikir pengawasan produk makanan atau kemasan makanan kemungkinan akan mencegah penularan virus Corona COVID-19,” ujar Profesor Benjamin Cowling, ahli epidemiologi dari Hong Kong University.(ilj/bbs)

Berita Terbaru