oleh

Mulai 28 Juni 2022 Akses Masuk Ternak Kurban di Tangsel Disetop

Kabar6-Belasan ribu ekor hewan ternak kurban susah masuk ke wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Jumlahnya akan terus bertambah jelang Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1443 Hijriah atau bertepatan pada 9 Juli 2022 mendatang.

“Sampai saat ini yang terdata 13.628 hewan ternak sudah masuk,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel, Yepi Suherman, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, angka di atas diketahui dari tempat-tempat pemotongan hewan maupun lapak pedagang ternak kurban di Kota Tangsel. Paling mendominasi adalah kambing, domba dan sapi.

Yepi merinci, jumlah tersebut, terdiri dari 4758 ekor sapi, 8750 ekor kambing dan 120 ekor domba.

Yepi menyebutkan sejak Maret hingga 17 Juni 2022 kemarin, jumlah hewan ternak positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berjumlah 29 hewan. Adapun 10 sapi sembuh dan 19 masih dalam pengobatan.

“10 ekor sudah sembuh dari hasil kalkulasi sejak Maret, dan sekarang 19 ekor menuju penyembuhan. Tangsel masih terkendali tidak ada juga kasus ternak yang sampai mati,” ujar Yepi.

Ia melihat situasi terkini perlu membatasi kedatangan hewan ternak dari daerah-daerah tinggi penyebaran PMK, seperti Jawa Timur dan Aceh. Sementara saat ini hewan ternak yang datang berasal dari Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Stop total hewan ternak dari luar Tangsel, sesuai instruksi Dinas Pertanian Provinsi Banten, terakhir 24 Juni dan kita terakhir sampai 27 Juni setelah itu kita tidak boleh menerima kiriman hewan ternak dari luar daerah dan ini sudah kita sebarkan surat edaran ke pelapak dan rumah potong hewan harus izin dan SKKH yang diterbitkan,” terangnya.

Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel belum menerima dosis vaksin penyakit mulu dan kuku untuk disuntikan ke ternak. Alasannya wilayah ini belum masuk skala prioritas.

“Yang diprioritaskan Jatim, karena sudah mewabah. Kita mengikuti dari kementerian saja nanti,” papar Kepala Puskeswan Tangsel, Pipit Surya Yuniar, dikonfirmasi terpisah.

Dipastikan pemberian dosis vaksin di kota/kabupaten oleh kementerian K
Kesehatan RI, diberikan kepada wilayah-wilayah yang telah melewati masa puncak penyebaran penyakit mulut dan kuku.

“Bergiliran nanti sesuai pemrioritasan dulu dari kementerian, baru ke wilayah masing-masing. Sekarang sedang semacam pelatihan SOP ke petugas-petugas kabupaten/kota,” utara Pipit.

Dia menyebutkan, pada tahap sosialisasi dan pelatihan teknik pemberian vaksin PMK di Tangsel hanya diberikan kepada 8 petugas kesehatan hewan. Nantinya, mereka yang telah diberikan bekal pengetahuan dan teknik pemberian vaksin PMK akan ditugaskan berkeliling ke rumah peternakan hewan.

“Kalau kita tenaga keswan ada yang bisa saya turunkan antara enam sampai delapan orang bergantian, karena di puskeswan juga harus pelayanan,” jelas dia.

**Baca juga: Lima Kali Beruntun Kontingen Tangsel Juara Umum POPDA X Banten

Menurut dia saat ini, yang dibutuhkan sapi dan hewan ternak yang ada di Tangsel, adalah pengobatan. Sebab, pemberian vaksin harus dilakukan ketika jumlah kasus PMK telah mengalami penurunan kasus.

“Sebenarnya lebih mendesak pengobatan karena lagi muncul. Vaksin itu sepengetahuan saya kalau sudah mereda kasusnya baru divaksin, karena kalau lagi booming divaksin takutnya ternak ini terjangkit. Divaksin abis kena percuma juga, sama kayak Covid-19 kalau divaksin enam bulan setelah terkena,” tutup Pipit.(Adv)