oleh

Mukjizat, Wanita di Hunan Tetap Hidup Usai Ditabrak lalu Diseret Mobil Sejauh Satu Kilometer

Kabar6-Sebuah mukjizat dialami seorang wanita pengendara sepeda listrik berusia 36 tahun dengan nama marga Xie, di Provinsi Hunan, Tiongkok.

Xie ditabrak sekaligus terseret mobil BMW sejauh satu kilometer di jalan beraspal. Hal yang menakjubkan, korban ternyata masih selamat. Melansir Globaltimes, pengemudi mobil berusia 28 tahun yang diidentifikasi dengan nama marga Xiao diduga mabuk dengan kadar alkohol 0,13 persen dalam darahnya. Xiao menyadari telah menabrak korban, namun berupaya melarikan diri.

Beruntung polisi lalu lintas akhirnya berhasil menghentikan laju mobil Xiao. Petugas lantas menarik Xiao keluar dari BWW-nya, dan kemudian mencaci-maki dirinya.

Saat ditolong petugas, korban masih selamat, dalam kondisi terluka, telanjang, telungkup di aspal dengan pakaiannya masih terperangkap di dalam mobil yang menabraknya. Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Pengemudi BMW, yang tampak acuh tak acuh dalam video yang viral, ditangkap dan didakwa atas tuduhan menyebabkan korban lalu lintas. Video yang beredar luar mendapat banyak respon dari warganet.

Sebagian besar berpendapat, Xiao harus menghadapi hukuman serupa dengan apa yang akan diterapkan untuk pembunuhan, mengingat dia telah mencoba melarikan diri dari lokasi kecelakaan.

“Dia dengan sadar menabrak orang ini dan sepenuhnya berniat untuk terus mengemudi, (seperti) yang dia lakukan. Satu-satunya penyesalannya adalah tidak mengetahui wanita itu terjebak di mobil,” demikian komentar seorang netizen.

“Adakah yang benar-benar terganggu oleh fakta bahwa dia sama sekali tidak bereaksi terhadap fakta bahwa dia mungkin saja membunuh seseorang?” tulis pengguna media sosial lain. ** Baca juga: Kemampuan Luar Biasa, Seniman Tiongkok Mampu Menyeimbangkan Berbagai Benda

Sementara itui, pengguna media sosial lainnya menunjukkan perlakuan aneh polisi terhadap korban, di mana petugas lebih memusatkan perhatian pada pengemudi yang diduga mabuk sementara korban terluka di aspal.

“Jadi, apakah normal di daerah ini untuk hanya berdiri dan meneriaki penjahat, sambil membiarkan korban perlahan-lahan mati telanjang dan sendirian?” kecam seorang netizen.(ilj/bbs)