MUI: Ulama Harus Bersatu Waspadai Isu Penganiayaan

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Kabar6-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang menanggapi serius beredarnya isu orang gila yang melakukan penganiayaan terhadap Kiayi dan Ustadz akhir-akhir ini.

Isu yang kini tengah marak di beritakan media massa maupun disebar media sosial tersebut dinilai cukup meresahkan, sehingga kalangan Ulama, Kiyai, Ustadz dan Santri di Pondok Pesantren harus ekstra waspada akan munculnya ancaman seperti yang terjadi di daerah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

“Kami berharap para Ulama dan Umarah bisa saling bersinergi dan berkoordinasi demi mencegah sejak dini terkait isu penganiayaan dan penyerangan Ulama. Kepada polisi dan seluruh lapisan masyarakat bisa saling terus menjaga keamanan agar tidak sampai terjadi hal- hal yang tidak diinginkan,” ungkap Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH. Moch. Ues Nawawi, saat mengikuti rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (13/2/2018).

Adapun peran-peran MUI, kata KH. Ues, yakni memberikan fatwa dan nasehat keagamaan terkait masalah sosial kemasyarakatan kepada pemerintah dan iman Islam Indonesia sebagai amar ma’ruf nahi munkar sebagai upaya meningkatkan ketahanan nasional.

Tak hanya itu, lembaga yang dipimpinnya juga akan ikut memperkuat ukhuwah Islamiyyah dan melaksanakan kerukunan antar umat beragama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional.**Baca juga: Forkominda, Bupati Zaki Ajak Ulama Jaga Kerukunan dan Keutuhan.

“MUI adalah penghubung antara Ulama dan Umarah dan umat Islam di Indonesia guna mensukseskan pembangunan nasional,” tandasnya.(Tim K6)