oleh

Monumen Palagan Lengkong Tangsel, Saksi Sejarah Perjuangan Daan Mogot

Kabar6- Monumen Palagan Lengkong, yang terletak di Serpong, Kota Tangerang Selatan merupakan titik perjuangan masyarakat saat menghadapi penjajah Jepang.

“Di sana (Monumen Palagan Lengkong) pernah banjir darah dan banjir air mata,” kata sejarawan Tangsel Tubagus Sos Rendra kepada kabar6.com, Sabtu (15/8/2020).

Ia ceritakan, dahulu kawasan Desa Lengkong Wetan masih rimbun dipenuhi pepohonan karet. Di lokasi itu tentara penjajah Jepang membangun markas sekaligus gudang senjata perang yang kini dikenal dengan Monumen Lengkong.

Pada saat itu, tokoh pejuang kemerdekaan adalah Mayor Elias Daniel Mogot yang dikenal dengan nama Daan Mogot, memimpin puluhan taruna Akademi Militer bersama dua orang perwira menghadapi pasukan Jepang.

Akademi Militer kala itu masih berpusat di Tangerang. Perang pun terjadi. Aksi Mayor Daan Mogot melucuti senjata tentara Jepang mendapat perlawanan. Baku tembak berlangsung sengit yang mengakibatkan tentara pejuang Indonesia berguguran.

Mayor Daan Mogot serta dua perwira lainnya, Lettu Soebianto Djojohadikoesoemo dan Lettu Soetopo, pun gugur dalam pertempuran di medan perang. Daan Mogot pada saat itu masih berusia 17 tahun.

“Di sana pernah terdengar jeritan manusia yang terkena peluru. Disana ada bau amis darah dan nanah,” ungkap Tb Sos Rendra.

**Baca juga: DPW PSI Banten: Kemungkinan Bangun Poros Baru di Pilkada Tangsel Terbuka.

Lokasi bangunan cagar budaya Monumen Palagan Lengkong itu terdapat prasasti yang mengabadikan nama-nama pahlawan pejuang pertempuran Lengkong.

Identitas para syuhada pejuang Ibu Pertiwi itu terukir dengan tinta emas.(yud)

Berita Terbaru