oleh

Miris, Disperindag Tak Punya Data Industri di Kabupaten Tangerang

Kabar6-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Teddy Iswarsi mengaku tidak tahu jumlah industri yang pindah dan gulung tikar saat ini.

Padahal beberapa bulan lalu instansi ini melakukan inventarisasi dan verifikasi kawasan industri dan pergudangan di Kabupaten Tangerang.

Karena tidak tahu, Teddy meyarankan untuk meminta data ke Bidang (Kabid) Industri pada Disperindag Kabupaten Tangerang. “Saya lagi diluar kota. Data di kantor di bidang industri,” singkat Teddy kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Kepala Bidang Industri pada Disperindag Hasanuddin membenarkan jika mereka tidak memiliki data industi atau pabrik yang pindah dan yang gulur tikar. “Maaf perusahaan yang gulung tikar atau pindah belum terdata oleh kami,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Personalia Tangerang (FK-PT) Imasihi mengatakan, sekitar sepuluh tahun lalu, Kabupaten Tangerang jadi primadona investasi asing dan dalam negeri. Namun, kini perlahan pamornya mulai pudar, setidaknya untuk industri padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja. Sektor industri alas kaki atau sepatu memilih angkat kaki dari Kabupten Tangerang karena persoalan upah yang tinggi. Padahal sektor ini satu pabrik bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

“Relokasi dari Tangerang ke beberapa daerah. diantaranya, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Jawa Baat dan Jawa Tengah. UMK di sana, masih cukup bagus. Perbandinganya disini membayar upah buat satu karyawan disana bisa tiga karyawan,” katanya.

Saat ditanya jumlah industri yang hengkang itu, Imasihi enggan meyebutkan totalnya karena khawatir disebut mendahului Disperindag Kabupten Tangerang. Namun demikian, Imasihi meyebutkan tiga nama industri padat karya terkemuka yang memiliki ribuan karyawan di Kecamatan Cikupa, Balarja, dan Pasar Kemis.

“Berdasarkan data kami, sepanjang 2019 tidak ada industry yang gulung tikar, tapi yang pidah banyak,” katanya.**Baca juga: SDIT Al Rasyid Kresek Kena Puting Beliung, Camat: Saya Belum Dapat Laporan.

Imasihi berharap, pemerintah memperbaiki sistem pengupahan agar tidak ada lagi perusahaan di Kabupten Tangerang yang pindah keluar daerah. Perbaikan sistem pengupahan ini diharapkan juga bisa menarik investasi baru ke Kabupten Tangerang.

“Pengusahan yang pindah itu kebanykan mengeluhkan sistem pengupahan. Untuk itu, saya berharap agar pemerintah memperbaiki sistem pengupahan. Kalua tidak dilakukan, saya yakin semakin banyak perusahaan akan pindah,” pungkasnya. (Vee)

Berita Terbaru