oleh

Minta Uang Tebusan Fantastis, Penculik Simpanse Kirim Video Korbannya dengan Tangan Terikat di Atas Kepala

Kabar6-Kasus yang diyakini sebagai situasi penyanderaan pertama dengan melibatkan kera terjadi, di mana kawanan penculik mengambil tiga simpanse muda dari cagar alam Afrika.

Para penculik tersebut, melansir Smithsonianmag, mengirimkan video ‘bukti kehidupan’ untuk meminta tebusan yang fantastis sebesar enam digit. “Video yang beredar di media sosial menunjukkan salah satu simpanse muda, berusia lima tahun bernama Monga, dengan tangan terikat di atas kepalanya di suatu ruangan,” demikian ungkap sebuah sumber.

Dua simpanse muda lainnya, Hussein dan Cesar, terlihat berlarian. Tiga simpanse yang berusia antara dua dan lima tahun itu diculik pada tengah malam dari cagar alam Pusat Rehabilitasi Primata JACK di Republik Demokratik Kongo.

Kawanan penculik itu berulang kali mengirim pesan menuntut tebusan enam digit dan mengancam akan membunuh simpanse itu, kecuali uang tebusan dibayarkan. Disebutkan, kawanan penculik akan memenggal kepala hewan tersebut dan mengirim kepala simpanse kembali ke tempat itu jika mereka tidak mendapatkan uang.

“Ini adalah mimpi buruk…itu adalah bencana,” kata Franck Chantereau, pendiri pusat rehabilitasi simpanse. “Kami telah menghadapi banyak tantangan selama 18 tahun sekarang. Tapi kami belum pernah mengalami hal seperti ini: penculikan kera,” ujar Chantereau.

JACK adalah salah satu dari tiga suaka kera di negara Afrika Tengah. Merupakan rumah bagi sekira 40 simpanse dan primata lainnya, seperti mangabey perut emas yang terancam punah. Organisasi tersebut bekerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk menyelamatkan simpanse.

Adams Cassinga, dari ConservCongo, LSM Kongo yang menyelidiki kejahatan terhadap satwa liar, mengatakan bahwa itu mungkin penculikan kera pertama di dunia. ** Baca juga: Pria Malaysia Bugil di Lobi Hotel dan Bersujud di Depan Istri Akibat Stres Kerjaan

“Ini sangat langka, ini adalah pertama kalinya, tidak hanya di Afrika tetapi dunia, saya mendengar hal ini. Kami telah mendengar orang menggunakan satwa liar sebagai tameng atau sebagai agenda politik atau sosial. Ini pertama kalinya saya mendengar orang benar-benar menculik hewan untuk meminta uang,” terang Cassinga.(ilj/bbs)