oleh

Minta Solusi Kemacetan, Emak-emak di Legok-Pagedangan Bakal Sambangi Kantor Bupati Tangerang

Kabar6-Uji coba transportasi yang dilakukan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor, tuai kritikan dari masyarakat, terutama kaum ibu kawasan Legok dan Pagedangan.

Kaum ibu yang mengatasnamakan Pasukan Emak-emak Legok-Pagedangan berencana menyambangi Kantor Bupati Tangerang untuk meminta solusi kepada Ahmed Zaki Iskandar terkait kemacetan yang semakin parah akibat uji coba yang dibuat BPTJ tersebut.

Uni, kaum ibu asal Kampung Cirarab Legok menuturkan, pihaknya berencana akan menyambangi Kantor Bupati Tangerang untuk sharing terkait kemacetan di kawasan Legok-Pagedangan akibat uji coba yang dilakukan BPTJ.

“Pasukan Emak-emak Legok-Pagedangan bersama anak-anak kami akan ke Kantor Bupati Tangerang untuk meminta solusi kemacetan di Legok-Pagedangan akibat uji coba BPTJ ini,” papar Uni, Selasa (26/2/2019).

“Sudah terlalu lama wilayah kami yang di katakan Legok Indah ini jadi tempat mangkal truk-truk yang di hentikan oleh petugas dengan peraturan yang dibuat oleh katanya BPTJ, bukan tambah bener malah makin kaga jelas maksud dan tujuan dari uji coba,” tambahnya.

Kata Uni, dirinya bersama kaum ibu lainnya menjadi sangat kesulitan dalam antar jemput anak sekolah. Dan pihaknya harus berjalan kaki sejauh dua hingga tiga kilometer untuk sampai ke sekolah anaknya.

“Mata ama pikiran orang yang katanya disebut BPTJ itu ditaruh dimana? Kalau mau buat uji coba lakukan evaluasi dan kajian yang bener dong. Lihat nih kondisi di lapangan, Legok-Pagedangan yang saban hari macet total,” ketus Uni yang kesehariannya antar jemput sekolah dan berjualan di pinggir Jalan Raya Legok.

Iroh, kaum ibu asal Desa Malangnengah Pagedangan malah menginginkan diberlakukan kembali Perbup 47 Tahun 2018.

“Kalau memang tidak ada solusi dari uji coba BPTJ ini, kembalikan saja lagi ke Perbup 47 Tahun 2018,” beber Iroh yang sudah lama memendam kesal terhadap uji coba BPTJ yang berbuntut kemacetan mengular.

Iroh bilang, tidak usah ada uji coba sedangkan petugas BPTJ nya saja tidak pernah ada di lokasi. “Ini nyusahin kami para emak-emak yang mau antar jemput anak sekolah dan aktifitas lainnya,” jelasnya.

**Baca juga: Razia di Boulevard BSD, 70 kendaraan Kena Tilang.

Sementara, anggota DPRD Provinsi Banten, Muhlis menegaskan, awal rapat dengan pihak BPTJ sudah disepakati bahwa Jalur Rumpin, Nengnong dan Suradita akan dibuka. Namun, kenapa hingga saat ini tak juga dibuka.

“Menurut saya, uji coba BPTJ ga ada gunanya, mending dihentikan saja. Sia-sia rapat dengan BPTJ yang dilakukan beberapa waktu lalu, hanya menghabiskan anggaran tanpa menghasilkan solusi apapun,” paparnya. (jic)

Berita Terbaru