oleh

Menteri Ferry: Lahan Negara Enggak Boleh Diambil

Kabar6-Aksi pencaplokkan lahan konservasi dan resapan air di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kiranya membuat anak buah Presiden Joko Widodo alias Jokowi sewot.

 

Sikap itu ditunjukan setelah mengetahui bila lahan Situ Ciledug yang terletak di Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, telah dialih fungsikan oleh PT Respati Bangun Jaya, salah satu pengembang perumahan di wilayah tersebut.

 

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan, menyatakan kekecewaannya atas ulah pengembang Perumahan Villa Pamulang itu.

 

Secara tegas, ia tak akan menoleransi alasan Jhony Wantah, bos pengembang perumahan tersebut, yang mengklaim telah mengantongi sertifikat kepemilikan lahan situ.

 

“Enggak ada urusan sama pengembang. Yang penting tanah atau aset negara enggak boleh diambil,” tegasnya usai menghadiri sebuah acara di Pondok Cabe, Kamis (31/4/2014).

 

Ferry berpesan kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, agar terus menjaga hak atas penggunaan tanah di tengah menggeliatnya pembangunan di wilayah termuda Provinsi Banten ini.

 

Ia melihat perkembangan Kota Tangsel pascaotonomi daerah bergulir, sudah begitu luar biasa pesat. Untuk itu, setiap kepemilikan unit bangunan milik pemerintah ataupun swasta wajib memiliki sertifikat.

 

“Kami akan melindungi masyarakat. Bank tidak boleh menyita sertifikat hak atas guna bangunan, dan kami akan melindungi hak atas tanahnya,” terang politisi asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu.

 

Ferry menambahkan, tujuan dari kebijakan yang diusungnya ingin mengakhiri konflik hak atas tanah yang marak terjadi di kalangan masyarakat.

 

Dan, BPN juga ingin terus mendekatkan diri melayani publik, sesuai konsep larasita menjemput pelayanan yang diusungnya. ** Baca juga: KAHMI Tangerang Raya Dorong Gerakan Menulis

 

“Kami siap main gelap dan main terang dengan lembaga lain kalau mereka mau cara demikian. Tidak ada urusan dengan pihak swasta,” tambahnya.(yud)

Berita Terbaru