oleh

Mengukur Efektifitas Bank Banten Usai Disuntik Modal Rp1,5 Triliun

image_pdfimage_print

Kabar6-Bank Banten (BB) sudah mendapatkan suntikan modal dari Pemprov Banten sebesar Rp1,5 triliun, Jumat lalu (20/11/2020). Usai diberikan tambahan modal kala itu, namun Bank Pembangunan Daerah (BPD) itu belum bergerak dari zona Rp50.

Namun dari transaksinya meningkat, sejak 20-25 November 2020. Total perdagangan saham selama 4 hari, tercatat ada 117.208 lot saham denan kode BEKS yang diperdagangkan di pasar reguler. Dengan harga Rp50, nilai totalnya mencapai Rp 586,04 juta.

Sementara itu, di pasar negosiasi volume transaksi lebih ramai lagi. Totalnya ada 1,16 juta lot saham BEKS yang berpindah tangan dalam 4 hari. Namun, nilainya beragam, dari Rp 13 sampai Rp 50. Total transaksi nego selama 4 hari mencapai Rp 5,14 miliar. Dengan demikian total transaksi saham BEKS mencapai Rp 5,72 miliar.

Meski demikian, jumlah transaksi ini masih cenderung kecil dibandingkan dengan tembok offer yang dipasang lebih dari 15 juta lot pada perdagangan. Setidaknya butuh Rp 75 miliar untuk mendobrak tembok tersebut agar harga saham BEKS bisa bergerak di atas Rp 50.

“Dari penambahan modal yang sudah dilakukan oleh Pemprov Banten kepada Bank Banten (BB) kami belum melihat adanya action yang jelas dari BB, bahkan cenderung lebih kepada pencitraan,” kata aktifis HMI, Aliga Abdillah, melalui pesan elektroniknya, Senin (14/12/2020).

Menurut pria yang menjabat sebagai Wakil Sekretatis Umum Bidang (Wasekumbid) Eksternal Badko HMI Jabodetabek-Banten ini, BB harus terlepas dari Banten Global Development (BGD) sebagai perusahaan induknya.

Sehingga komunikasi dan koordinasinya langsung kepada Pemprov Banten sebagai lembaga. “Kemudian harus ada perombakan menyeluruh, terutama di jajaran top managemen Bank Banten,” terangnya.

Kemudian, menutup kantor cabang yang dianggap tidak lagi produktif, untuk mengurangi biaya operasional. Perusahaan daerah itu juga wajib meyakinkan pemerintah kabupaten dan kota di Banten, agar mempercayai mereka sebagai bank untuk menaruh uang.

Pembenahan dan perbaikan di managemen perusahaan harus segera dilakukan Pemprov Banten, lantaran masyarakat dan pemerintah daerah lebih mempercayai BJB untuk menaruh uangnya.

**Baca juga: Polres Serang Kota Tetapkan Tersangka Pelanggar UU Wabah Penyakit

“Kami meminta kepada Pemprov Banten agar lebih memperhatikan Bank Banten, terutaman dari sisi pembenahan, penggantian jajaran direksi yang dianggap tidak kompenten. Agar nasabah menjadi yakin kepada BB,” jelasnya. (dhi)

Print Friendly, PDF & Email