oleh

Mengapa Urine Sering Berbau Tak Sedap?

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Urine (air seni atau air kencing) adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal, kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.

Eksreksi urine diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urine sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urine disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

Nah adakalanya Anda mendapati urine yang berbau aneh alias tak sedap. Meskipun sering dianggap remeh, urine berbau tidak sedap ternyata bisa jadi pertanda masalah kesehatan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dikutip dari meetdoctor.com, berikut uraiannya:

1. Dehidrasi
Penyebab paling utama urine berbau tak sedap bisa jadi karena  Anda mungkin kurang mengonsumsi air putih. “Saat tubuh Anda dehidrasi, urine memiliki bau yang kuat dan muncul warna gelap,” kata Sherry Ross,M.D., Dokter dari Providence St. John’s Health Center, Santa Monica.

2. Infeksi saluran kencing
Bakteri menyebabkan infeksi sehingga urine berbau tak sedap, serta mengeluarkan darah.

3. Diabetes
Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa jadi menyebabkan Anda terkena diabetes. Dan salah satu penyebab kencing berbau aneh adalah diabetes. Jadi, jika kencing Anda berbau aneh, bisa jadi bau itu muncul karena gula yang dieksresikan oleh ginjal.

4. Infeksi ragi ( Yeast Infection)
Infeksi ragi meliputi infeksi yang berkisar dari yang ringan seperti sariawan mulut dan vaginitis, hingga yang berpotensi mengancam kehidupan manusia. Infeksi ragi akan menyebabkan gatal pada daerah sekitar vagina Anda. Bukan hanya itu, infeksi ragi juga dapat menyebabkan urine berbau tak sedap.

5. Kelainan genetik
Jika urine berbau ‘busuk,’ atau ‘amis’, mungkin Anda memiliki kondisi yang disebut Trimethylaminuria. Itu lebih sering terjadi pada wanita, dan gejala dapat memperburuk atau menjadi lebih terlihat saat pubertas, sebelum atau selama menstruasi, atau saat menjelang menopause. ** Baca juga: Menurut Pakar Kesehatan, Tinggal di Kota Besar Bikin Anda Cepat Tua

Jangan malas memeriksa kondisi urine Anda untuk meminimalisir kondisi yang tidak diinginkan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru