oleh

Mengapa Kemampuan Mata untuk Melihat Berkurang di Malam Hari?

Kabar6-Seringkali kita merasa kesulitan melihat di malam hari. Menurut dokter mata bernama Bryan Roth, MD, ketidakmampuan melihat dengan baik di malam hari (nyctalopia) atau dalam cahaya minim bukan merupakan sebuah penyakit.

“Ini adalah gejala dari kondisi yang mendasarinya. Pada sebagian besar kasus, night blindness (rabun senja) dapat diobati dan sebagian lainnya tidak. Beruntung, kebutaan malam yang parah sangat langka,” terang Dr. Roth.

Lantas, mengapa kita dapat mengalami kesulitan saat melihat dalam gelap? Melansir Kompas, berikut penjelasannya:

1. Rabun jauh
Rabun jauh akan membuat kita sulit melihat dengan baik pada jarak yang lebih jauh dalam gelap, terutama jika kita tidak memiliki kacamata atau lensa kontak.

“Dalam hal itu, ukuran kacamata baru adalah yang diperlukan untuk memperbaiki masalah kita,” kata Dr. Roth.

2. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan masalah sementara pada penglihatan malam kita. “Beberapa obat dapat mengubah ukuran pupil kita, yang bisa menyulitkan kita melihat dalam kondisi cahaya redup,” terang Dr. Roth.

“Ada juga obat-obatan yang memperlambat kemampuan mata untuk beradaptasi dari kondisi terang ke remang-remang. Ini menyebabkan ketidakmampuan sementara untuk melihat dalam gelap sampai mata mampu beradaptasi.”

Tanyakan kepada dokter jika kita khawatir apakah obat yang kita minum dapat memengaruhi penglihatan kita.

3. Katarak
Katarak, yang mengaburkan lensa alami mata, adalah penyebab lain dari masalah penglihatan malam. “Katarak menyebabkan lebih sedikit cahaya yang bisa masuk ke mata, yang berarti kita membutuhkan lebih banyak cahaya untuk melihatnya,” urai Dr. Roth.

“Orang dengan katarak sering mengeluh kesulitan mengemudi di malam hari, dan kesulitan mengemudi dalam hujan karena penurunan sensitivitas kontras. Operasi untuk menghilangkan katarak dapat mengatasi masalah ini.”

4. Kekurangan nutrisi
Sama seperti kekurangan vitamin A, kekurangan nutrisi juga dapat menurunkan kemampuan kita melihat dalam gelap. “Kadar vitamin A dapat diuji melalui tes darah sederhana dan bisa dilakukan pengobatan,” tutur Dr. Roth.

Menambahkan makanan yang kaya vitamin A seperti wortel, susu, atau makarel biasanya mampu membantu memulihkan penglihatan malam kita.

5. Retinitis pigmentosa
Retinitis pigmentosa adalah satu dari beberapa penyakit keturunan yang menyebabkan kekurangan permanen pada penglihatan malam. Karena bersifat genetik, penyakit ini dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Retinitis pigmentosa menyebabkan kerusakan retina, bagian dari mata yang merasakan cahaya.

Jika kita memiliki penyakit langka ini, kita akan mengalami kesulitan beraktivitas sehari-hari karena itu memengaruhi penglihatan di sekeliling kita dan bahkan menyebabkan masalah dalam kondisi pencahayaan normal.

Kita bisa melakukan penyesuaian gaya hidup, sayangnya tidak ada pengobatan yang efektif dalam menyembuhkan retinitis pigmentosa. Menurut Dr. Roth, penyebab paling umum untuk kebutaan malam selain retinitis pigmentosa dapat diobati.

Jika kita terpengaruh oleh kebutaan malam permanen, sangat bijaksana untuk menyesuaikan gaya hidup kita, antara lain seperti:
1. Temukan transportasi alternatif jika kita bepergian di malam hari.
2. Bawalah sumber cahaya ekstra, seperti senter kecil untuk membantu kita melihat dalam gelap.
3. Rutin berkonsultasi dengan dokter mata.

Kapan menghubungi dokter? “Banyak penyakit mata yang tidak memiliki gejala, itulah sebabnya saya memberitahu pasien pentingnya mendapatkan pemeriksaan mata rutin setiap tahun,” ungkap Dr. Roth. ** Baca juga: Hidup Nyaman Selama New Normal

Saat mengalami kehilangan penglihatan malam hari secara progresif, kondisi kita kemungkinan besar dapat diperbaiki, jadi segera buat janji dengan dokter untuk pemeriksaan mata.(ilj/bbs)

Berita Terbaru