Marak Miras Oplosan, Pemerintah Pusat Diimbau Turun Tangan

kabar6.com
Ilustrasi miras jenis ciu.(ist)

Kabar6-Pemerintah pusat dan DPR diharapkan turun ke lapangan, untuk segera menangani kasus Minuman Keras (Miras) oplosan. Pasalnya, Miras oplosan telah merenggut korban jiwa di berbagai daerah.

“Kami menghimbau kepada pemerintah pusat dan kepolisian mengusut tuntas. Kami juga meminta Komisi III DPR untuk mengecek ke lapangan, agar tidak ada lagi nyawa manusia yang melayang,” kata Muhamad Haris Wijaya, Ketua DPP Demokrat Bidang Polhukam, melalui sambungan selulernya, Kamis (12/04/2018).

Kapolri pun diminta untuk terus bertindak cepat dan memberikan hukuman tegas, bagi pembuat dan pengedar miras oplosan.

“Pengoplos miras, agar ditindak tegas. Karena efek pemakainya sangat mengganggu ketentraman masyarakat setempat,” terangnya.

Di Kota Serang, Banten, pembuatan miras oplosan, lebih banyak diaduk oleh tukang jamu yang biasanya buka pada sore hingga malam hari.

Terbaru, pihak kepolisian telah memusnahkan 23 ribu miras dari berbagai merek. Meski maraknya peredaran minuman beralkohol di Kota Serang, namun Kota Serang belum memiliki Peraturan Daerah (perda) yang mengatur peredaran miras.

Meski begitu, razia peredaran Miras terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat Miras oplosan.**Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Polsek Rajeg Gelar Pembinaan FKPM.

“Kita terus melakukan aksi sweeping dan pengawasan. Baru-baru ini kita memusnahkan 23 ribu lebih botol miras,” kata AKBP Komarudin, Kapolres Serang Kota, saat ditemui di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (12/04/2018).(dhi)