oleh

Maling Emas Ditembak Polsek Pakuhaji

Kabar6-Penyesalan selalu datang terlambat. Begitupun dengan Dulot alias Lotot (27), warga RT 03/04, Desa Pondok Jaya, Kecamatan Pakuaji, Kabupaten Tangerang.

Pelaku pencurian spesialis rumah kosong ini menangis menahan sakit, setelah  sebelah kakinya ditembak Tim Buser Polsek Pakuhaji, Rabu (29/10/2014).

Ya, Lotot disergap petugas saat tengah berupaya menjual emas curiannya di Desa Pondok Lor, Kecamatan Pakuaji, Kabupaten Tangerang.

Dia sempat melawan dan mencoba kabur dari sergapan. Namun, ulahnya berbuah fatal. Petugas terpaksa bertindak tegas melumpuhkan pria bertato ini dengan timah panas.

“Tembakan peringatan yang diberikan petugas tidak membuat nyalinya ciut. Dia malah kabur semakin jauh. Makanya, anggota terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menambak kaki pelaku,” ujar Kanit Reskrim, Aiptu Sugiarta.

Dijelaskan Sugiharta, sedianya pelaku membobol rumah tetangganya, Ridwan Arifin pada Rabu (29/10/2014) dini hari.

Dari rumah itu, pelaku sukses menggondol sebuah HP dan tas berisi perhiasan emas yang diletakkan dikamar korban.

“Setelah menerima laporan pencurian, tim buser langsung melakukan pelacakan. Hingga, diketahui bila pelaku memiliki ciri-ciri tato burung garuda. Belakangan, polisi mengendus keberadaan pelaku saat hendak menjual perhiasan hasil curiannya dikawasan Desa Lor. Tim langsung bertindak cepat menyergap,” ujar Sugiharta.

Dihapan petugas yang memeriksanya, Dulat mengaku sudah 4 kali mencuri dirumah tetangganya sendiri. Itu terpaksa dilakukannya, demi memenuhi kecanduannya main perempuan dan minum-minuman keras. Karena Dulot tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Ampun pak. Saya kapok. Janji tidak akan mencuri lagi. Ampun,” rengek Dulot sambil menangis menunjukkan penyesalannya kepada petugas. **Baca juga: Besok, Ribuan Buruh Blokir Jalan ke Puspemkab Tangerang.

Namun rengekan Dulot sudah terlambat, dan nasi sudah menjadi bubur. Petugas tetap menjerat Dulot dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(abie)

Berita Terbaru