oleh

Makam Kuno Prajurit Scythian dari 2.500 Tahun Lalu Ditemukan Arkeolog Polandia di Siberia

Kabar6-Sisa dari prajurit Scythian yang berasal dari 2.500 tahun lalu, ditemukan oleh tim dari Universitas Jagiellonian, di Krakow selama penelitian di situs arekologi Chinge-tey, Siberia.

Penelitian dilakukan tepatnya di lokasi yang dikenal sebagai Siberian Valley of the Kings atau Lembah Siberia Para Raja. Di sana, melansir archaeologynewsnetwork, banyak ditemukan makam raksasa dengan interior mewah. Beberapa kuburan disebut sebagai milik pangeran, dan peneliti pun menemukan kerangka seorang prajurit muda yang lengkap.

“Di dekat tengkorak jenazah ada dekorasi pectoral lembaran emas, manik-manik kaca, dan ornamen kepang spiral emas,” ungkap Lukasz Oleszczak, kepala tim peneliti.

Selain itu, para juga arkeolog menemukan batu asah di pinggang dan beberapa senjata di belakang punggung jenazah. Di antara senjata itu adalah kapak es perunggu yang dihiasi dengan kepala elang, panah, pisau besi, dan serpihan busur.

“Objek yang terbuat dari bahan baku organik juga telah diawetkan dengan baik, termasuk quiver kulit, poros panah, pegangan kapak es, dan tali ikat pinggang,” kata Oleszczak.

Hal lain, tim peneliti menemukan dua kuburan lain di bagian tengah situs arkeologi tersebut. Sayangnya, salah satu telah dijarah dan kedua akan diperiksa lebih lanjut pada tahun depan. Menurut perkiraan, sisa-sisa jenazah pada makam berasal dari abad 7 dan 6 sebelum Masehi (SM). Scythians berasal dari sana dan kemudian ekspansi mereka mempengaruhi stepa di Eropa Timur.

Suku ini dikenal dengan keinginan untuk berperang dan keterampilan dalam hal itu. Prestasi dari para prajurit Scythians pernah digambarkan oleh sejumlah sejarawan, salah satunya Herodotus dari Yunani yang terkenal. ** Baca juga: Tanaka, Manusia Tertua di Dunia Asal Jepang Rayakan Ulang Tahun ke-117

Sementara para arkeolog Polandia dari Kraków yang menemukan sisa prajurit Scythians merupakan bagian dari tim arkeolog internasional yang bekerja di Chinge-Tey, dipimpin oleh Konstantin V. Chugunov dari State Hermitage Museum di St. Petersburg, Rusia.(ilj/bbs)

Berita Terbaru