Mahasiswa UIN Banten Tolak Kenaikan Harga BBM

Demo tolak kenaikan BBM.(dhi)

Kabar6-Puluhan mahasiswa UIN Banten menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh Presiden Jokowi-JK, yang telah dilakukan pada 1 Oktober 2018 kemarin.

“Lalu menunda kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium. Jika ditangguhkan, maka suatu saat pasti akan dinaikkan,” kata Ilham Aulia, Humas aksi, Kamis (11/10/2018).

Mereka yang menamakan diri sebagai aliansi Gerakan Rakyat Melawan (Geram), dari berbagai organisasi di kampus UIN Banten, menuding pemerintahan Jokowi-JK terlalu berpihak kepada kepentingan asing, dengan berlangsungnya pertemuan IMF-World Bank (WB) di Bali.

Dimana, pertemuan IMF-WB di ikuti oleh 189 negara yang membahas ekonom dunia, termasuk Indonesia.

“Pada saat ini, annual meeting IMF di Bali. Disitu akan berbicara penggelontoran dana besar. Saat ini, Jokowi kepanjangan tangan kapitalis dengan menggelontorkan proyek-proyek mereka,” jelasnya.

Politisi Demokrat Banten meminta pemerintah Jokowi untuk tidak terburu-buru menaikkan harga BBM, baik bersubsidi maupun tidak. Karena akan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak.

“Idealnya kenaikan BBM tidak dilakukan terburu-buru, karena akan diikuti kenaikan kebutuhan pokok yang lain, sedang oleh faktor menguatnya dollar saja, rakyat sudah kerepotan dengan imbasnya,” kata Deding Zaman Syari, melalui pesan singkatnya, Kamis (11/10/2018).

Sebelum menaikkan harga BBM, meski kenaikan harga Premium bersubsidi ditunda, harus dibatengi solusi bagi masyarakat kelas bawah agar tidak berdampak terlalu besar bagi perekonomian mereka.**Baca Juga: Derita Penyakit Langka, Anak Nelayan di Pandeglang Butuh Bantuan

“Pemerintah perlu memikirkan solusi dari efek kenaikan BBM, seperti kesulitan BBM dalam hal transportasi, dicarikan solusi transfortasi masal yang murah,” jelasnya.(dhi)