oleh

Libra: Sistem Penerimaan Siswa Saat Ini Amburadul, Masyarakat Kebingungan

Kabar6-Lembaga Independen Bela Rakyat (Libra) mengatakan PPDB SMA/SMK di Kabupaten Tangerang tak transparan.

Direktur Eksekutif Libra, Drs.Bonar TSH, MM mengatakan, system dan tata cara penerimaan murid baru selalu menjadi masalah setiap tahunnya.

“PPDB di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang banyak masalah. Masyarakat selalu menjadi korban kebijakan premature seperti ini,” ungkap Bonar kepada Kabar6.com, Minggu malam (30/6/2019).

Dikatakannya, salah satu orang tua calon siswa mengadu bahwa anaknya tak bisa masuk ke SMA 28 Kabupaten Tangerang. Karena asal sekolahnya dari Parung Panjang, Bogor. Alasan sekolah karena diluar zona.

Sementara pantauan di lapangan, banyak calon siswa yang berasal dari wilayah yang sama (Parung Panjang) dan dari Tangsel bisa masuk ke SMA 28. Ada apa?

Bonar menerangkan bahwa ‘permainan’ seperti itu tidak fair. “Baik pemerintah pusat dan daerah sepertinya tak pernah memerintahkan untuk ‘pilih-pilih bulu’ terhadap calon siswanya,” singgungnya.

Direktur Eksekutif Libra ini berharap agar penerimaan siswa baru transparan dan dipublikasikan ke situs masing-masing sekolah.

Semua data siswa yang masuk harus dicantumkan alamat asal sekolah, alamat rumah, dan jarak dari rumah ke sekolah.

“Ya kita liat aja di SMA 28 ini. Dari luar zona pun bisa mendaftar dan bisa masuk. Sementara alamat siswa dan jarak ke sekolah tak dicantumkan. Apakah itu namanya transparan,” ketus Bonar.

**Baca juga: Sekda Klaim Pengumuman PPDB Online di Banten Tercepat Se-Indonesia.

Kata Bonar, system penerimaan sekarang sangat amburadul dan ‘pilih-pilih bulu’ sehingga menimbulkan kebingungan dan masalah di masyarakat.

“Saya harap Dinas Pendidikan dan Gubernur Banten segera menyikapi permasalahan yang terjadi di lapangan. Mbok ya diperiksa bener-bener apakah sesuai atau tidak,” tutupnya.(Jic)