Leucoraja Erinacea, Ikan yang Bisa Berjalan

Leucoraja Erinacea.(Sciencealert)

Kabar6-Skate, jenis ikan berbentuk mirip pari, disebutkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell, merupakan makhluk laut yang menunjukkan kemampuan berjalan lebih awal dari yang diperkirakan.

Penelitian ini, dilansir Sciencealert, didasarkan pada analisis genetik sel otak ikan skate kecil (Leucoraja erinacea), salah satu hewan bertulang belakang paling primitif. Hasilnya, sistem otak yang menggendalikan gerakan ikan ini sangat mirip dengan mamalia.

Makhluk laut ini adalah yang pertama yang mengembangkan perilaku berjalan. Tim peneliti juga merekam video dari embrio skate kecil yang membuat gerakan seperti berjalan di dasar tangki. Dalam video berdurasi satu menit 14 detik tersebut, ikan ini terlihat menggerakan dua organnya mirip dengan gerakan kaki yang berjalan.

“Jaringan saraf yang dibutuhkan untuk berjalan dianggap unik untuk hewan yang beralih menjadi hawan darat dari ikan sekitar 380 juta tahun lalu,” kata Catherine Boisvert, salah satu peneliti dari Curtin University, Australia.

Uniknya, meski skate memiliki kemampuan untuk berjalan, ia tak pernah meninggalkan lautan. Temuan ini menegaskan bahwa menurut sejarah genetik menunjukkan skate merupakan moyang terakhir dari hiu dan mamalia.

Skate kecil mungkin tidak memiliki kaki, tapi ia memiliki dua pasang sirip di dada berukuran besar dan digunakan untuk berenang. Sedangkan sirip pelvis yang lebih kecil memungkinkannya berjalan di dasar samudra. Cara berjalan skate kecil ini mirip dengan cara berjalan hewan darat , yaitu gerakan kiri dan kanan secara bergantian.

Gerakan yang dikenal sebagai daya gerak ambulatory. Hal inilah yang membuat skate kecil sebagai subyek yang sesuai untuk mengetahui asal mula hewan berjalan. “Umumnya, orang menganggap evolusi bergerak dari sederhana menjadi lebih rumit,” ungkap Jeremy Dasen, salah satu peneliti.

Temuan ini mendapatkan tanggapan dari ahli lain. Salah satunya adalah Brooke Flammang, seorang ahli biomekanika komparatif di New Jersey Institute of Technology.

“Ini adalah hal yang sangat menarik. Ini benar-benar menunjukkan bahwa sirkuit saraf yang dibutuhkan untuk berjalan telah ada selama lebih dari 400 juta tahun ini,” kata Flammang. ** Baca juga: Gila, Minibus di Tiongkok Ini Angkut 74 Murid TK

Flammang menggarisbawahi gagasan adanya garis sejarah genetik dari hewan bertulang belakang yang menghasilkan berbagai jenis hewan lain. “(Karya ini) benar-benar membuka jalan untuk memahami perbedaan antara organisme,” ungkapnya.(ilj/bbs)