oleh

Lebak Krisis Darah, Ratusan Kantong Batal Didapat Akibat Corona

Kabar6-Unit Teknis Darah Palang Merah Indonesia (UTD-PMI) Kabupaten Lebak, menyampaikan, stok darah semakin hari kian menipis di tengah virus Corona (Covid-19) yang sudah menyebar ke Indonesia.

“Kosong tidak, tapi memang untuk saat ini kita mengalami krisis. Stok kita diprioritaskan untuk kebutuhan emergency,” kata Ketua Pelaksana Harian UTD-PMI Lebak, dr Firman Rahmatullah, di Rangkasbitung, Selasa (17/3/2020).

Bagi pasien yang dianggap non emergency, Firman mendorong agar keluarga pasien atau masyarakat yang memiliki golongan darah yang sama untuk mau mendonorkan darah.

Firman menjelaskan, wabah Corona berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan darah di Lebak yang hampir 65 persen disupplai dari luar daerah seperti Jakarta, Tangerang dan Depok.

“Bulan ini sudah tiga jadwal (Donor darah) mengalami pembatalan karena tidak boleh ada pengumpulan massa. Dari pihak mereka sementara tidak membuka layanan donor di beberapa tempat di Jakarta,” tutur Firman.

Akibat pembatalan tersebut, ratusan kantong darah untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan di 3 rumah sakit yang mencapai sekitar 900 kantong batal didapat oleh Kabupaten Lebak.

“Kalau dari luar daerah Jakarta itu sekali pergerakan (Donor) di satu tempat minimal kita bisa dapat di atas 70 kantong. Lumayan jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan kita dan ke depan ada beberapa jadwal lagi yang dibatalkan selama masa kedaruratan Corona berlangsung,” papar Firman.

Untuk mensiasati itu, PMI mendorong setiap puskesmas menggalakkan kegiatan donor darah untuk mengantisipasi krisis stok darah.**Baca juga: Waspada Corona, Rutan Kelas I Tangerang Ganti Kunjungan Dengan Video Call.

“Mudah-mudahan instansi pemerintah, swasta, organisasi masyarakat dan pihak lain ikut membantu memenuhi kebutuhan darah,” harapnya.(Nda)

Berita Terbaru