oleh

Lebak Gunakan Istilah Baru dalam Covid-19

Kabar6-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak mulai menggunakan istilah baru untuk menyampaikan kondisi perkembangan Covid-19. Hal ini tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru.

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lebak Doddy Irawan, menjelaskan, penggunaan istilah baru dalam Covid-19 sesuai dengan isi di dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Perubahan istilah baru ini juga tertuang di dalam Perbup Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru. Jadi tidak lagi menggunakan istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG),” kata Doddy kepada Kabar6.com, Senin (3/8/2020).

Di dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes), kata Doddy dijelaskan definisi operasional kasus Covid-19 yang baru yakni kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi dan kematian.

“Ada kriteria tertentu seseorang dinyatakan suspek. Kemudian untuk kasus konfirmasi dibagi menjadi 2 kasus yakni kasus konfirmasi dengan gejala dan kasus konfirmasi tanpa gejala,” tuturnya.

Sementara itu, kasus probable, lanjut Doddy adalah kasus suspek dengan ISPA berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan RT-PCR.

Sedangkan discarded, itu kata dia apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: seseorang dengan status suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu lebih dari 24 jam dan seseorang dengan status kontak erat telah menyelesaikan karantina 14 hari.

**Baca juga: 7 Paket Proyek Jalan di Lebak Senilai Rp 37 Miliar Dilelang.

Data Dinas Kesehatan Pemkab Lebak, Minggu 2 Agustus 2020, jumlah kontak erat sebanyak 647 orang, diantaranya: 429 orang discarded dan 218 orang isolasi. Jumlah suspek 694 orang, dengan rincian 647 discarded, 33 orang isolasi dan 14 orang meninggal. Lalu, 26 kasus konfirmasi, 20 orang sembuh, 5 orang isolasi dan 1 meninggal dunia. Sementara, kasus probable nihil.(Nda)

Berita Terbaru