oleh

Lari Berpuluh Kilometer Ternyata Tidak Banyak Bantu Turunkan Berat Badan

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Menurut analisis Fitbit terhadap data pengguna alat pelacak kebugaran, lari menjadi olahraga paling populer di Amerika Serikat, negara dengan populasi orang gendut lebih banyak dari negara lain.

Sebagian besar dari mereka memilih lari dengan jarak yang jauh. Dilansir Intisari, Lou Schuler yang merupakan penulis masalah kebugaran, dalam bukunya ‘The New Rules of Lifting For Women’ mengungkapkan bahwa hanya mengandalkan pada lari jarak jauh untuk menurunkan berat badan merupakan masalah utama.

Artinya, lari berpuluh-puluh kilometer dalam sekali aktivitas ternyata tidak efisien untuk membakar lemak alias tidak banyak membantu untuk menurunkan berat badan.

Tubuh manusia akhirnya menyesuaikan diri dengan aktivitas berlari yang berulang itu. Pada akhirnya tubuh menyetel dirinya untuk bersikap efisien dalam membakar kalori. “Jika tujuan kita adalah menjadi lebih ramping, maka daya tahan yang lebih bagus tidaklah menjadi keuntungan bagi kita,” kata Schuler.

“Tapi jika saya ke gym dan apa yang bisa saya dapatkan dari itu, saya dapat memanfaatkan gerak dan aktivitas sekelompok otot pada saat bersamaan,” urai kata Dr. William Roberts, seorang dokter Universitas Minnesota dan mantan presiden American College of Sports Medicine yang memiliki hobi berlari.

Itu berarti menambahkan latihan kekuatan ke rutinitas lari normal, kata Roberts, yang kemudian mengabaikan otot-otot tubuh bagian atas. Menurunkan berat badan membutuhkan aktivitas selama sekira 40 sampai 60 menit hampir setiap hari dalam seminggu, dan setidaknya separuh waktu itu untuk membentuk bagian atas.

“Jika Anda bisa membangun kekuatan dan massa otot, Anda akan membakar lebih banyak kalori,” kata Roberts. “Bahkan jika Anda sedang bermalas-malasan.”

Hal itu disebabkan karena latihan kekuatan menyebabkan ‘kerusakan kecil’ pada otot, sehingga membutuhkan kalori untuk memperbaikinya. Jadi tubuh terus bekerja meski kita sudah meninggalkan gym. Hal itu tidak terjadi jika kita melakukan jogging.

“Dengan kardio, Anda bisa bekerja keras selama 30 menit dengan intensitas lebih rendah dan membakar 200 kalori, atau Anda bisa mengasup 200 kalori lebih sedikit per hari,” tambah Adam Bornstein, pelatih kebugaran.

Sebuah penelitian dari University of Western Ontario meminta sekelompok orang berlari dengan kecepatan lambat dan stabil selama 30 sampai 60 menit, tiga kali per minggu. Kelompok lain lari model sama tapi ditambah dengan sprint 30 detik antara empat dan enam di antara larinya. ** Baca juga: Gawat! Jarang Gosok Gigi Berpotensi Pikun

Hasilnya, pelari yang melakukan sprint membuang lemak lebih banyak dibandingkan dengan yang hanya berlari biasa saja setelah enam minggu. Plus bonus otot yang terbentuk.(ilj/bbs)

Berita Terbaru