oleh

Lapas Pemuda Tangerang Gelar Paskah di Gereja Maranatha

Kabar6-Sabtu, (20/4/2019) siang, Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang, menyelenggarakan perayaan Paskah Bersama di Gereja Maranatha. Kegiatan ini diikuti oleh 167 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Selain ratusan WBP, perayaan Paskah bertema ‘SalibNya Menyelamatkan’ ini juga dihadiri oleh 33 orang tamu dari 21 tim pelayanan se-Jabodetabek

Kasubsi Bimkemaswat, Gilang Riflianto mewakili Kalapas Pemuda Tangerang, Jumadi berpesan semoga dengan perayaan Paskah ini, seluruh WBP dapat mengambil hikmat sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Kabar6.com
Kasubsi Bimkemaswat, Gilang Riflianto saat memberikan sambutan. (vee)

“Dengan perayaan Paskah hari ini diharapkan agar setiap individu disini semakin tumbuh rasa toleransi antar umat beragama di Lapas Pemuda Kelas II Tangerang,” harapnya.

Selain itu, Gilang mengucapkan terima kasih atas antusias para WBP yang mengikuti kegiatan perayaan ibadah paskah ini.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud dari pembinaan spiritual yang bisa menambah bekal para WBP setelah selesai menjalani masa pidananya kelak.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi para WBP untuk mengintrospeksi kembali kesalahan yang pernah dilakukannya dulu, sehingga mereka tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Gilang.

Di tengah-tengah acara, turut diadakan pemberian souvenir secara simbolis dari Wakil Ketua Panitia kegiatan, Ayung, dari GBI Sungai Yordan kepada Gilang Riflianto, selaku Kepala Sub Seksi Bimkemaswat.

Kabar6.com
pemberian souvenir secara simbolis dari Wakil Ketua Panitia kegiatan, Ayung, dari GBI Sungai Yordan kepada Gilang Riflianto, selaku Kepala Sub Seksi Bimkemaswat. (vee)

Hal ini dilakukan sebagai tanda simbolis atas kerja sama yang baik antara Lapas Pemuda Tangerang dengan Gereja dan Tim Pelayanan Ibadah di sekitar Kota Tangerang.

Usai acara, Wakil Ketua Panitia Gereja GBI Sungai Yordan, Ayung kegiatan ini diadakan untuk mengingatkan kembali akan makna dari Paskah sesungguhnya yakni, dengan kematianNya diatas kayu Salib dan Kebangkitan Yesus Kristus dalam wujud cinta kasih kepada umatnya.**Baca juga: Uji Coba One Way Di Kota Serang Lancar.

“Makna dan tujuannya untuk membentuk warga binaan agar dapat menjadi manusia yang seutuhnya. Untuk mewujudkannya diperlukan pembinaan spiritual di bidang kerohanian,” singkatnya.(Vee)

Berita Terbaru