oleh

Lapas Pemuda Tangerang Gelar Kuliah Umum Jurnalistik

Kabar6-Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang), menggelar Kuliah Umum Jurnalistik pada Selasa (16/4/2019).

Kuliah Umum Jurnalistik yang bekerja sama dengan Trans7 ini diikuti oleh 33 mahasiswa Kampus Kehidupan dan Tim Humas Lapas Pemuda Tangerang.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menambah wawasan para mahasiswa Kampus Kehidupan, dan juga tim Humas Lapas Pemuda Tangerang,” ujar Kepala Lapas Pemuda Tangerang, Jumadi.

Jumadi mengatakan, kegiatan ini juga bisa memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa dan Tim Humas.

Karena, kata dia, selain menambah keterampilan baru dalam hal kegiatan jurnalisme seperti membuat artikel dan sebagainya, kuliah umum ini juga bisa melatih logika dan karakter seeseorang. “Karena dalam dunia jurnalistik, seorang jurnalis dituntut untuk memberikan informasi yang lengkap dan menyeluruh, serta menambah ketelitian dalam mendapatkan validasi informasi yang baik.”

Jumadi berharap ada ilmu yang didapatkan dari kuliah umum ini, khususnya pada Tim Humas Lapas Pemuda. “Agar bisa lebih objektif dalam menyampaikan berita, dan mampu menampilkan berita dengan baik tanpa ada yang dikurangi atau dilebih-lebihkan,” kata Jumadi.

Kegiatan yang berlangsung diruang kuliah Kampus Kehidupan ini menghadirkan Rivo Pahlevi Akbarsyah, presenter program Indonesiaku Trans 7 sebagai narasumber.

Ada beberapa agenda yang dilakukan dalam kegiatan kuliah umum ini, yakni pengenalan media massa dan jenis-jenisnya, jurnalistik televisi, pengenalan alat-alat bantu jurnalistik, jurnalistik cetak, jurnalistik online, hingga jurnalistik karikatur.

Selain itu, Rivo Pahlevi juga berbagi tentang pengalamannya selama menyiapkan materi program Indonesiaku Trans 7.

Pada kesempatan itu Rivo Pahlevi juga mengadakan praktek analisis kalimat berita dan praktik membuat kalimat berita.

**Baca juga: Pemilu 2019, Lapas Pemuda Tangerang Butuh TPS Tambahan.

Keduanya memiliki tujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan juga membuat seseorang mampu berpikir holistik.

Karena dalam proses membuat kalimat berita diperlukan informasi yang lengkap mengenai unsur-unsur berita, dan jika ada satu saja unsur berita yang kurang maka berita tersebut tidak valid. (Vee)

Berita Terbaru