oleh

Kualitas Sungai Cisadane Menurun Karena Kekeringan, ini Kata Perusahaan Air

Kabar6-Kemarau panjang yang berdampak terus menyusutnya volume air Sungai Cisadane mulai berpengaruh pada pengolahan air bersih di Kabupaten Tangerang.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Rusdi Macmud mengatakan menyusutnya debit sungai Cisadane ini diiringi dengan menurunnya kualitas air baku pengolahan air bersih itu. “Air baku menjadi lebih pekat, karena menyatu dengan lumpur, limbah industri dan sampah,” ujarnya, Kamis 3/10/2019.

Rusdi mengatakan dengan kondisi air baku tersebut membuat biaya produksi air bersih membengkak. “Karena proses kerjanya semakin berat, penambahan zat kimianya juga bertambah,” kata Rusdi yang enggan menyebutkan seberapa besar peningkatan biaya produksinya itu.

Sampai saat ini, Rusdi memastikan kekeringan belum menganggu produksi air bersih perusahaan pelat merah itu. “Produksi air kami masih aman, total kapasitas produksi 5800 liter/detik masih berjalan, 144 ribu pelanggan masih terlayani dengan baik,” katanya.

Kondisi serupa disampaikan Perusahan Air Aetra Tangerang. Presiden Direktur PT Aetra Air Tangerang, Yudha Hutomo, mengatakan
debit air Sungai Cisadane cenderung terus menurun akibat kemarau panjang. “Dan bersamaan dengan itu menurun pula kualitas air karena semakin kompleknya zat pencemar yang ada di dalam air. Karena itu tingkat kesulitan untuk mengolah air juga semakin meningkat,” ujar Hari melalui keterangan tertulis.

Menurut Hari, disamping TDS (zat terlarut dalam air) yang tinggi, zat pencemar yang saat ini juga sangat tinggi kadarnya dalam air baku adalah mangan dan amonia. Sehingga untuk mengatasinya, Aetra Tangerang telah melakukan rekayasa dosis penambahan bahan kimia serta menginjeksikan bahan kimia lebih awal pada proses pengolahan air agar zat pencemar yang ada dapat dihilangkan secara lebih optimal.

Selain upaya optimalisasi pada Instalasi Pengolahan Air, Aetra Tangerang juga melakukan pengurasan pipa pada beberapa lokasi untuk membuang endapan kotoran yang mungkin masih tertinggal di dalam pipa.

“Buruknya kualitas air baku merupakan suatu tantangan bagi perusahaan penyedia pelayanan air bersih perpipaan, namun kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan,” kata Hari.

**Baca juga: Kebanjiran Permintaan Air Bersih, PDAM Kabupaten Tangerang Kekurangan Mobil Tangki.

Dia berharap kondisi kemarau ini segera berakhir dan kualitas maupun kuantitas air baku pulih kembali. (GFM)

Berita Terbaru