oleh

Krakatau Steel: Yang Ditangkap Densus Karyawan Biasa, Bukan Petinggi

Kabar6-Ramainya pemberitaan salah satu petinggi BUMN ditangkap Densus 88 Anti Teror, PT Krakatau Steel (KS) buka suara. Padahal diberita tersebut tidak menuliskan sebuah nama perusahaan.

Dalam rilis resmi yang diterima, manajemen KS menjelaskan bahwa yang ditangkap bukan lah petinggi, jabatannya hanya Supervisor.

Merunut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), supervisor bermakna sebagai pengawas utama, pengontrol utama atau penyelia.

“Yang bersangkutan adalah karyawan, setingkat supervisor dan bukan merupakan petinggi atau level manajemen di PT Krakatau Steel,” kata Corporate Secretary PT Krakatau Steel, Pria Utama, dalam siaran pers resminya, Jumat (15/11/2019).

Referensi lainnya, Wikipedia yang dilihat pada Jumat, 15 November 2019 pukul 11.48 wib, supervisor berasal dari bahasa Inggris yang berarti, one who supervises or has charge and direction of: seseorang yang menyelia atau yang mempunyai wewenang untuk memberi arahan; atau bisa juga berarti, a program that controls the execution of other programs: suatu tatacara yang mengendalikan pelaksanaan tatacara lainnya.

Penyelia atau lebih dikenal dengan istilah Inggrisnya supervisor adalah seseorang yang diberikan tugas dalam sebuah perhimpunan perusahaan sebagaimana ia mempunyai kuasa dan wewenang untuk mengeluarkan perintah kepada rekan kerja bawahannya.

Masih menurut Wikipedia, peran kerja penyelia berada di tingkat perusahaan, yaitu di antara para atasan perancang kebijakan dan di antara para pegawai pelaksana langkah-langkah kebiasaan di lapangan.

Dengan kegunaan kerja yang berada di antara itu, maka tugas utama penyelia ialah untuk melakukan penyeliaan terhadap para pegawai pelaksana langkah-langkah kebiasaan kegiatan niaga perusahaan sehari-hari.

Penyelia adalah tingkat kepemimpinan yang tidak boleh merancang kebijakan yang bersifat laku-baik (strategic), tetapi hanya boleh menerjemahkan dan menyampaikan kebijakan laku-baik atasannya kepada para bawahan untuk dikerjakan dengan berhasilguna (effective) dan mampu menghasilkan (productive).

Oleh karena itu, seorang penyelia harus memiliki kemampuan yang bermutu tinggi dan mencakup keterampilan membina hubungan baik di antara atasan dan bawahan; keterampilan terhadap kegunaan dan peran kerja agar mampu bekerja dengan baik, berdayacipta (creative), berhasilguna, bermutu, mampu menghasilkan, berdayaguna (efficient), berturutkerja (synergetic), dan cerdas melakukan penyeliaan terhadap bawahan; keterampilan kecerdasan jiwa batiniah (emotional intelligence) serta pola pikir yang membina watak baik.

Dalam pemberitaan sebelumnya, tidak disebutkan nama perusahaan tertentu, hanya menuliskan BUMN, sebagai perusahaan milik negara. Pemberitaan mengenai karyawan BUMN yang di duga telribat dalam jaringan terorisme JAR itu, terkuak setelah penangkapan empat orang terduga teroris di Banten, yakni DA (28), QK (54), AP (45), dan MA (45).

Para terduga jaringan terorisme itu ditangkap usai bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan meledak, pada Rabu 13 November 2019 lalu, yang melukai personil kepolisian dan masyarakat sipil.

**Baca juga: Petinggi BUMN Masuk Jaringan Terorisme?.

Pihak perusahaan menyerahkan proses hukum karyawannya itu kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti. Pria menerangkan kalau perusahaannya akan menghormati segala bentuk upaya hukum yang dilakukan terhadap pegawai plat merah tersebut.

Perusahaan baja yang dahulu bernama Trikora di jaman Presiden Soekarno dan pernah menjadi perusahaan baja terbesar di Asia Tenggara itu, mengklaim akan mendukung seluruh proses melawan aksi terorisme di Indonesia.

“Manajemen PT Krakatau Steel tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku,” terangnya.(Dhi)

Berita Terbaru