oleh

Kota Tangerang Minta Kementrian PU Percepat Normalisasi Kali Angke

Kabar6-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memprioritaskan proyek normalisasi Kali Angke diwilayahnya.

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, Kamis (6/12/2012). “Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen menuntaskan permasalahan banjir di wilayah itu,” ujar Arief.

Meski mengakui bahwa normalisasi sungai yang dilakukan Kementrian PU sudah membantu permasalahan banjir di Kota Tangerang, namun Arief tetap berharap Kementerian PU memprioritaskan normalisasi sungai di daerah rawan banjir, seperti di Kelurahan Petir, Cipondoh.

“Sebab, dalam beberapa pekan terakhir ini, kawasan perumahan dan pemukiman penduduk di wilayah itu kerap menjadi sasaran bencana banjir,” ujarnya.

Dikatakan Arief, bahwa Pemkot juga turut membantu pihak Kementerian PU untuk mempercepat pekerjaan normalisasi Kali Angke, terutama dalam proses pembebasan lahan disepanjang sungai tersebut.

Saat ini, lanjut Arief, pihaknya sedang melakukan maping di lokasi agar dapat dilakukan normalisasi. Dan, diharapkan warga bantaran sungai juga harus kooperatif, sehingga pekerjaan normalisasi dapat segara rampung.

“Proses pembebasan lahan akan kami percepat. Dan, masyarakat harus bekerjasama demi kelancaran dan percepatan proyek itu,” kata Arief.

Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Ciliwung Cisadane Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) pada Kementerian PU, Parno, ME mengakui bahwa progress pengerjaan proyek yang sudah berjalan setahun itu belum sesuai target.

Lambatnya pekerjaan normalisasi Kali Angke paket 1 dan paket 2 di wilayah Kota Tangerang, juga disebabkan oleh adanya sejumlah persoalan yang masih menghadang dalam percepatan normalisasi Kali Angke.

“Saat ini, proyek pekerjaan normalisasi kali Angke masih sekitar 34 persen,” kata Parno dalam rapat koordinasi normalisasi sungai di ruang rapat Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis (6/12/2012).

Menurutnya, normalisasi kali Angke paket 1 dilakukan PU berada di Kelurahan Parung Jaya, Kelurahan Petir, Kelurahan Gondrong dan Kelurahan Pondok Bahar, Kota Tangerang.

Normalisasi membutuhkan lahan 186.667 M2 atau 18,66 HA yang pekerjaannya dilakukan oleh PT SAC Nusantara-Sarang Tehknik.

Untuk normalisasi kali angke paket 2 meliputi Perumahan Pondok Bahar, Kelurahan Norogtog, Perumahan Pinang Griya dan Perumahan Ciledug dengan kebutuhan lahan seluas 111.655 M2 atau 11,1655 HA.

“Selain kali Angke, Kementerian PU juga melakukan normalisasi kali di wilayah timur seperti kali¬† Sabi, kali Dadap dan kali Ciracab,” kata Parno.

Parno menambahkan bahwa permasalahan normalisasi kali Angke selama ini terkendala dengan lahan yang dimiliki oleh pengembang.

Kementerian  PU berharap agar pihak pengembang dapat menyerahkan sebagian fasos dan fasum yang ada disepanjang kali tersebut. Sebab, kebutuhan pembebasan lahan untuk normalisasi kali angke seluas 29,32 HA.

Jika pembebasan lahan beres, tentu proyek pekerjaan normalisasi kali Angke dan kali lainnya di Tangerang akan berjalan secepatnya.”Umumnya lahan guna normalisasi kali Angke milik para pengembang, inilah yang menjadi persoalan utama,” kata Parno.(rah/ali)

 

Berita Terbaru