oleh

Kota Tangerang Bangun Empat Jembatan Landmark

Kabar6-Masih banyaknya bagian-bagian di wilayah Kota Tangerang yang belum memiliki aksesibilitas yang cukup baik dan memerlukan jembatan. Sementara beberapa jembatan yang ada saat ini, belum memiliki geometrik lebar yang ideal, elevasinya masih rendah, sehingga ketika banjir, tidak mengakomodir lintasan pengguna jalan.

Sejumlah jembatan yang ada saat ini, juga memerlukan pemeliharaan untuk menjaga kinerja aksesibilitasnya sudah saatnya diganti, karena secara struktur sudah tidak bisa mengakomodir peningkatan beban kendaraan yang melintas di atasnya.

Walikota Kota Tangerang Arief R. Wismansyah telah mencanangkan program pembangunan dan infrastruktur. Bahwa Kota Tangerang sudah seharusnya memiliki infrastruktur yang bukan sekedar bermanfaat, tetapi harus lebih dan harus dapat menjadi landmark Kota Tangerang agar memiliki karakter.

“Dalam rangka peningkatan aksesibilitas masyarakat pengguna jalan di Kota Tangerang, diperlukan sarana prasarana yang memadai dan berkualitas. Salah satunya dengan pembangunan jembatan. Pembangunan jembatan baru untuk meningkatkan aksesibilitas ke seluruh pelosok Kota Tangerang dan harus menjadi landmark baru untuk Kota Tangerang,” ujar Walikota Kota Tangerang.

Nana Tristiyana selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum menjelaskan, bahwa seperti apa yang Walikota perintahkan, pelebaran jembatan bertujuan agar diperoleh lebar geometrik yang ideal.

“Melakukan peninggian jembatan, sehingga ketika muka air banjir naik, para pengguna jalan tetap dapat melakukan lintasan tanpa hambatan, Inspeksi dan Pemeliharaan rutin jembatan, renovasi dan rehabilitasi jembatan,” jelasnya.

Untuk ke depannya, lanjut Nana, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana aksesibilitas semata, akan tetapi juga pembangun estetika wilayah sekitarnya sekaligus landmark Kota Tangerang.

“Saat ini, dua jembatan landmark Kota Tangerang sedang dalam tahap finishing, yakni Jembatan UNIS dan Jembatan Lio Baru. Diharapkan dengan keberadaan dua landmark ini, nantinya dapat mempercantik dan mempertegas identitas Kota Tangerang,” jelas Nana Tristiyana lagi.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang mendukung program Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Sumber Daya Air, dimana akan dilakukan penataan kota-kota yang dilintasi sungai-sungai besar, pembangunan jembatan khususnya di Kota Tangerang, ikut berpartisipasi dan mendukung program tersebut.

Direncanakan, akan dibangun 4 jembatan yang selain berfungsi untuk meningkatkan aksesibilitas, juga merupakan landmark-landmark baru untuk Kota Tangerang. Adapun lokasi 4 jembatan tersebut adalah di Jalan Teuku Umar, Jalan Dadang Suprapto, koneksi Jalan KS. Tubun – Lio Baru dan Jembatan Pintu 10.

Dengan landasan perbaikan dan renovasi jembatan yang ada seperti yang terurai dibawah ini:

* Jembatan Teuku Umar dan Jembatan Pintu 10 dibangun untuk menyempurnakan sistem looping dalam manajemen lalu lintas di sekitarnya, sehingga mengurangi dampak kemacetan.

* Jembatan Dadang Suprapto dibangun karena mempunyai riverside view terbaik di Kota Tangerang. Dan, saat ini merupakan pusat rekreasi dan festival masyarakat Kota Tangerang.

* Jembatan KS Tubun – Lio Baru dibangun agar akses Jalan Nasional Daan Mogot – Jalan Gatot Subroto dapat terkoneksi kembali dan penyempurnaan manajemen lalu lintas.(ADV)

Berita Terbaru