oleh

Koperasi dan UKM di Tangsel Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Kabar6-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui perangkat daerah pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM), terus menggulirkan program kerja peningkatan ekonomi kerakyatan.

Tujuan strategis dari program kegiatan pelayanan peningkatan kesejahteraan masyarakat motor penggeraknya atau leading sector adalah  melalui wadah koperasi serta beragam jenis bentuk UKM.

Walikota Airin Rachmi Diany dan Wakil Walikota Benyamin Davnie, telah mencanangkan program kerja di atas tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan periode 2011-2016.

Faktanya, geliat dari grafik sektor ekonomi pada berbaga bidang usaha terus menunjukan trend positif. Pada tahun lalu, angka pertumbuhan ekonomi mencapai 8,48 persen atau termasuk yang tertinggi di level provinsi mapupun nasional.

Indeks Pembangunan Manusia mencapai 77,13 meningkat dari angka 76,61 di tahun sebelumnya. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita naik dari tahun sebelumnya Rp 10,6 juta menjadi Rp 11,8 juta.

“Hasil tersebut tidak terlepas dari kerjasama lintas sektoral antara perangkat daerah, yang bahu-membahu menggulirkannya program pengentasan kemiskinan dan menekan angka pengangguran. Kami terus berupaya menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi kerakyatan,” kata Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Rabu (03/12/2014).

Terpisah, Kepala Diskop dan UKM Warman Syanudin menjelaskan, ada sejumlah program kerja yang telah diselenggarakan pada Tahun Anggaran 2014 ini adalah, mengintensifkan ratusan lembaga ekonomi kerakyatan yang bernaung di koperasi dan UKM binaan.

“Kami terus membenahi koperasi yang telah resmi terdaftar dan beroperasi di tujuh wilayah kecamatan. Salah satu langkah yang diambil, yakni mengikutsertakan lembaga ekonomi kerakyatan tersebut dengan menerapkan sistem koperasi pemeringkatan koperasi,” terangnya.

Menurut Warman, dalam menjaring soko guru ekonomi masyarakat yang berkualitas lewat sistem pemeringkatan telah ada 59 koperasi yang diikutsertakan. Puluhan koperasi ini mendapat penilaian dari tim lembaga independen, Lembaga Pendidikan Koperasi Nasional.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menilai koperasi terbaik sehingga menjadi koperasi berkualitas. Kami berupaya agar koperasi yang ada di Tangerang Selatan ini menjadi koperasi yang sehat,” ujarnya.

Oleh karenanya, keberadaan koperasi sehat dan berkualitas sangat diperlukan. Warman memaparkan, hingga kini tercatat ada 532 unit koperasi yang berkategori sehat.

Bentuk dan kegiatannya mulai dari koperasi simpan-pinjam,koperasi produksi, koperasi serba usaha dan lain sebagainya. Badan usaha tersebut terus didorong agar mampu meningkatkan kualitas kinerja dan pengelolaan koperasi.

“Dari koperasi sehat dan berkualitas itulah, kesejahteraan rakyat bisa terdongkrak,” papar Warman.

Sedangkan landasan hukumnya antara lain telah diatur dalam Pasal 33 Ayat 1 Undang-undang Dasar 1945, Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi serta Undang-undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

Program fasilitasi dan pembinaan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya, antara lain dari sektor UKM. Kebijakan dari program itu digulirkan Pemkot Tangsel bertujuan untuk meningkatkan daya saing para pelaku UKM dalam menghadapi persaingan pasar bebas Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menjalin kerjasama dengan pihak swasta. Bentuk kerjasamanya berupa memberikan ruang agar produk IKM bisa diterima di pusat-pusat perbelanjaan, hotel ataupun restaurant dan minimarket waralaba.

Langkah ini tentunya bisa meningkatkan daya jual produk UKM yang bentuknya beraneka ragam. Mulai dari produk panganan seperti kripik talas, jahe merah, rengginang remuk, kacang sangrai, dodol Cilenggang dan lain sebagainya yang pastinya bikin menggugah selera untuk disantap.

Sedangkan produk souvernir oleh-oleh beraneka macam pun tersedia. Sebut saja seperti tas pelepah pisang, kerajinan handycraft dari kulit kerang, briket arang, kain batik, kaos dan masih banyak lagi.

“Harga yang ditawarkan dijamin tak membuat konsumen harus merogoh kocek terlalu dalam. Mulai dari kerajinan tangan, makanan dan lain-lain ada. Apalagi sekarang sudah didirikan pusat atau sentra oleh-oleh khas Tangsel di Warung IKM di Buaran, Kecamatan Serpong,” terang Warman.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) secara simbolis menyerahkan bantuan sosial sebanyak 14 unit warung milik warga dalam program Bedah Warung tahun anggaran 2014.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan membantu bagi warga kurang mampu untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.

“Sekarang 14 unit warung yang mendapat bantuan agar lebih representatif kondisi bangunannya. Karena kita bangun lebih permanen konstruksi bangunannya,” kata Walikota Airin di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

“Bantuan cuma-cuma dari Pemkot ini Kami harapkan mampu menjadi motivasi bagi warganya agar terus berusaha mandiri,” tambah Airin.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Warman Syanudin, mengutarakan, bedah warung tersebut tak hanya mendandani bentuk fisik warungnya saja.

Melainkan juga seisi warung atau bahan komoditi yang dijual, turut dibantu. Seperti sembako, perlengkapan rumah tangga, hingga produk hasil produksi warga sekitar.

“Memang tujuannya sebagai sarana pemasaran produk rumah tangga, UKM, yang diproduksi warga sekitar warung tersebut,” utara Warman.(ADV)

Berita Terbaru