Komposisi Pekerja Lokal, Lurah Leguti Data Ulang Warga

kabar6.com
Dianggap Abaikan Komitmen, Sekcam Serpong Geruduk Apartemen SGV. (tim K6)

Kabar6-Walaupun sudah mengikuti training kelayakan keamanan yang dilakukan pemenang tender jasa sekuriti di Apartemen Serpong Green View (SGV), PT Satria Dharma Nusantara (SDN) tak kunjung pekerjakan 18 pemuda Lengkong Gudang Timur (Leguti), Tangerang Selatan (Tangsel).

Lurah Leguti, Rahmad Kurnia memaparkan, perusahaan diharapkan melakukan rekrutmen pegawai dengan komposisi 60 berbanding 40. Enam puluh persen untuk pegawai dari daerah sekitar dan sisanya pekerja dari wilayah lain.

“Komposisi itu sejalan dengan penjabaran Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang tenaga kerja,” kata Rahmad Kurnia kepada kabar6.com, Kamis (11/10/2018).

Hal itu juga, lanjut Rahmad Kurnia, berlaku bagi Apartemen Serpong Green View dan PT SDN selaku pemenang tender.

“Kami akan melakukan pendataan ulang, berapa banyak warga Leguti yang bekerja di Apartemen SGV. Komposisi 60 persen itu tak hanya untuk jasa pengamanan saja, tapi juga untuk bidang lainnya,” tegas Rahmad.

Sementara, Sekretaris Camat Serpong, M Supriyadi menegaskan, pihaknya akan berupaya melakukan komunikasi ke Building Managemen Apartemen SGV dan PT SDN.

“Saya akan terus mengingatkan agar Apartemen SGV dan PT SDN menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama. Termasuk didalamnya mempekerjakan kembali 18 pemuda Leguti,” papar Supriyadi.

Salah seorang warga Leguti, Komarudin mengeluhkan sikap PT SDN yang hingga saat ini belum juga mempekerjakan dirinya dan 17 pemuda Leguti lainnya.

“Saya bersama 5 rekan lainnya sudah sempat ikut training kelayakan keamanan yang dilakukan PT SDN. Tapi hingga saat ini belum ada kelanjutan pembahasan tentang penempatan kerja, apalagi masalah upah kami,” ketus Komarudin.

Komarudin bingung, dia bersama 17 pemuda Leguti lainnya telah menganggur selama 1 bulan lebih tanpa ada kejelasan untuk penempatan kerja kembali dari PT SDN.

**Baca juga: Dianggap Abaikan Komitmen, Sekcam Serpong Geruduk Apartemen SGV.

“Saya merasa di PHP in sama PT SDN, hingga saat ini tak ada kejelasan terkait nasib saya dan kawan-kawan,” keluhnya. (tim K6)