oleh

Keturunan Raden Surya Demang Kebayoran Banyak di Bambu Apus

Kabar6-Ternyata, keturunan dari Demang Kebayoran Raden Surya banyak berkumpul di Bambu Apus, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Hal itu dibenarkan oleh Sejarawan asal Kota Tangerang Selatan, TB Sos Rendra yang mengatakan, di Bambu Apus merupakan turunan Raden Surya dari pihak perempuan.

“Jadi Demang Surya adalah seorang Demang di Kebayoran, meninggal makom (petilasan, red) nya di Bambu Apus. Itu (di Bambu Apus, red) baru (keturunan dari, red) pihak perempuan ya, kalau pihak laki-laki di Cirebon ada silsilahnya,” ujarnya kepada Kabar6.com, ditulis Minggu (5/9/2021).

Menurutnya, keturunan Raden Surya yang berada di Bambu Apus Pamulang merupakan hasil perkawinan dengan Nyi Ronggeng, dan memiliki satu keturunan yaitu Raden Sijan.

“Tapi, untuk memastikan kebenarannya, kita bakal panggil arkeolog untuk benar-benar memastikan hal tersebut,” ungkapnya.

Keturunan Kelima Raden Surya, Raden Saprio menerangkan, di Bambu Apus memiliki peninggalan makam dari Raden Sijan bin Raden Surya Demang Kebayoran dan Petilasan dari Raden Surya Demang Kebayoran di Tempat Pemakaman Bukan Umum Bambu Apus yang berada di Gang Saidin.

Untuk silsilahnya, Raden Saprio menerangkan, dirinya merupakan turunan kelima dari Raden Surya. Lanjutnya, Raden Surya memiliki anak yaitu Raden Sijan dari hasil perkawinan dengan Nyi Ronggeng atau Nyi Anten.

“Raden Sijan beranak lima, anak pertama Nyai Raden Sija, anak kedua Nyai Raden Fiah, anak ketiga Raden Lian, Nyai Raden Isya, Nyai Raden Aisyah. Kalau saya dari anak ketiga Raden Sijan yaitu Raden Lian, Raden Lian beranak perempuan Nyai Raden Rinot, Nyai Raden Rinot beranak perempuan lagi Nyai Raden Saini dan baru saya anaknya Raden Saini, Raden Saprio,” terangnya.

Menurutnya, keturunan dari Raden Sijan bin Raden Surya memang banyak tinggal di Bambu Apus Pamulang, bahkan hingga keturunan dari kelima anaknya Raden Sijan berada di Bambu Apus.

Pria yang akrab disapa Rio ini mengatakan, dirinya ingin menjalin silaturahmi bersama keluarga besar dari Demang Kebayoran Raden Surya, maka dari itu keluarga besar Raden Sijan ingin diteliti lebih lanjut oleh Arkeolog tentang silsilah dan peninggalan yang berada di Bambu Apus.

“Karena sampai sekarang belum di ketemukan dimana makam Raden Surya yang sebenarnya, makanya kami sebagai keturunannya meyakini disini, tapi tidak bisa atas keputusan kami sendri dari Raden Sijan, kita butuh kebersamaan, agar supaya tidak ada pro dam kontra. biar bener-bener jelas agar ada arkeolog bisa di teliti,” paparnya.

Untuk kisah dari Nyi Rimonggeng sendiri, Rio menerangkan, kalau Nyi Ronggeng terkuburkan yang sekarang menjadi Danau Sasak Tinggi Pamulang. Diterangkannya, Nyi Ronggeng saat itu dipanggil oleh Belanda yang tidak tau ingin dikuburkan.

“Harusnya mentas diatas tanah, nah ini dibikin galian sebegitu dalamnya, sehingga mudah untuk diuruk,” paparnya.

“Kalau zaman dulu kan yang namanya mentas ga ada panggung mereka di tanah, tapi ini di buatin legokan gitu, sehingga dikuburkan pas manggung. (Cerita itu, red) dari Nenek cerita begitu, bunda saya juga ternyata di ceritakan seperti itu,” terangnya.

Keturunan Kelima dari Raden Musa bin Raden Surya Demang Kebayoran, Raden Dadeng Maulana mengatakan, agar terjadinya silaturahmi antara turunan Raden Musa bin Raden Surya di Ciputat dan Raden Sijan bin Raden Surya di Bambu Apus, dirinya ingin arkeolog segera didatangkan.

**Baca juga: Perkebunan Negara di Cilenggang Serpong, Kini Tinggal Kenangan

“Tapi memang kita masih gelap kalau untuk masalah makam Raden Surya ini, makanya kita perlu kebersamaan untuk meneliti apakah yang ada di Bambu Apus ini makam beliau, apakah hanya petilasan, ya ini perlu kita ketahui bersama nanti. Kita juga mohon di bantu juga sama abah Tubagus (TB Sos Rendra sejarawan asal Kota Tangsel, red) agar masalah ini bisa jelas,” terangnya.

Saat ini, Keturunan dari Raden Sijan bin Raden Surya memiliki sekretariat yang berada di Jalan pajajaran RT 005, RW 03 Bambu Apus, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.(eka)

Berita Terbaru