oleh

Ketahui Perbedaan Bakteri dan Virus yang Sebabkan Penyakit

Kabar6-Kadangkala kita menganggap beberapa menganggap penyakit, seperti batuk misalnya, berasal dari virus. Padahal, tidak semua batuk disebabkan oleh virus, melainkan infeksi bakteri.

Karena itulah, penting untuk mengetahui lebih lanjut hal seputar bakteri dan virus. Seorang dokter spesialis anak bernama Betty Staples, MD, melansir Grid, menawarkan saran tentang cara membedakan antara bakteri dan virus. Bagaimana caranya?

1. Infeksi virus
Infeksi virus umum meliputi saluran pernapasan atas yang biasanya dapat dideteksi dengan pilek, batuk, demam ringan, sakit tenggorokan, dan sulit tidur.

Bila dibandingkan dengan orang dewasa, infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak dapat bertahan lebih lama yaitu hingga 14 hari, dan terjadi lebih sering sekitar enam hingga delapan kali per tahun.

2. Infeksibakteri
Berbeda dengan virus, infeksi bakteri merupakan hasil dari ‘infeksi sekunder’. Artinya, virus memulai proses tetapi bakteri mengikuti. Ini biasanya terjadi ketika:

a. Gejalanya menetap lebih lama dari yang diperkirakan 10-14 hari yang cenderung dimiliki oleh virus
b. Demam lebih tinggi dari yang biasanya diperkirakan dari virus
c. Demam semakin memburuk dalam beberapa hari

Penyakit yang disebabkan bakteri meliputi sinusitis, infeksi telinga, dan pneumonia. Penyakit bakteri lain yang juga dikhawatirkan meliputi infeksi saluran kemih yang bisa sulit dideteksi dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika tidak diobati.

Lantas, bagaimana cara penyembuhannya? Penemuan antibiotik untuk infeksi bakteri dianggap sebagai salah satu terobosan paling penting dalam sejarah medis.

Namun karena bakteri sangat mudah beradaptasi dan penggunaan antibiotik yang berlebihan telah membuat banyak orang menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga menciptakan masalah serius.

Sebaliknya, antibiotik tidak efektif melawan virus. Akibatnya kini banyak organisasi terkemuka merekomendasikan untuk tidak menggunakan antibiotik kecuali ada bukti yang jelas tentang infeksi bakteri.

Sejak awal abad ke-20, vaksin telah dikembangkan. Vaksin telah secara drastis mengurangi jumlah kasus baru penyakit virus seperti polio, campak, dan cacar air.

Selain itu, vaksin dapat mencegah infeksi seperti flu, hepatitis A, hepatitis B, human papillomavirus (HPV), dan lainnya. ** Baca juga: Ladies, Ini 8 Makanan Super yang Sebaiknya Dikonsumsi

Tetapi pengobatan infeksi virus terbukti lebih menantang, terutama karena virus relatif kecil dan berkembang biak di dalam sel. Untuk beberapa penyakit virus, seperti infeksi virus herpes simpleks, HIV / AIDS, dan influenza, obat antivirus telah tersedia.

Tetapi penggunaan obat antivirus telah dikaitkan dengan pengembangan mikroba yang resistan terhadap obat. Maka itu penggunaanya perlu dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter.(ilj/bbs)

Berita Terbaru