oleh

Kendalikan Nafsu Makan dengan Sejumlah Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Kabar6-Banyak orang yang mengakui bahwa mengendalikan nafsu makan menjadi hal yang sangat sulit. Karena itulah, mencapai berat badan ideal tidak sekadar mengatur pola makan atau rutin berolahraga, tapi juga bagaimana Anda mengendalikan nafsu makan.

Apabila ingin berat badan tetap ideal, sebaiknya mulai mengganti menu kurang sehat dengan makanan yang bisa membantu kendalikan nafsu makan seperti mengonsumsi kenari, salmon dan minyak canola yang kaya akan lemak tak jenuh ganda (PUFA).

Sebuah penelitian, melansir indianexpress, menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi makanan tadi, Anda cenderung mengalami perubahan hormon yang dapat mengendalikan nafsu makan dan membuat merasa kurang lapar. Studi tersebut menemukan, mengonsumsi diet tinggi PUFA dapat menurunkan ghrelin yang signifikan, hormon yang meningkatkan rasa lapar.

Diet kaya PUFA juga meningkatkan peptide YY (PYY) yang signifikan pula, yaitu hormon yang meningkatkan rasa penuh atau kenyang. “Hormon nafsu makan memainkan peran penting dalam mengatur berapa banyak yang kita makan,” ungkap Jamie A. Cooper, pemimpin peneliti dari University of Georgia.

Ditambahkan, “Temuan ini memberi tahu kami jika mengonsumsi makanan yang kaya dengan PUFA, seperti yang ditemukan di kenari, dapat mengubah hormon nafsu makan dengan baik sehingga kita bisa merasa kenyang lebih lama.”

Untuk penelitian yang dirinci dalam jurnal Nutrition, tim tersebut mendaftarkan 26 pria dan wanita sehat, usia 18-35 tahun, yang telah diberi diet selama tujuh hari dengan tinggi PUFA atau diet kontrol yang terdiri dari pola makan khas Amerika.

Diet kaya PUFA mencakup makanan utuh seperti kenari, salmon Alaska, tuna, minyak biji rami, minyak biji anggur, minyak canola, dan suplemen minyak ikan. Di mana semua makanan itu telah disediakan oleh para periset.

Diet kontrol terdiri dari tujuh persen lemak tak jenuh ganda, 15 persen lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh 13 persen. Sedangkan dengan diet kaya PUFA yakni 21 persen lemak tak jenuh ganda, sembilan persen lemak tak jenuh tunggal dan lima persen lemak jenuh. ** Baca juga: Cemas Berlebihan Bisa Sebabkan Sakit

Hasilnya, peserta mengalami peningkatan PYY saat berpuasa dan setelah mengonsumsi makanan. Dijelaskan periset, jenis perubahan hormon ini menyiratkan kontrol nafsu makan yang lebih baik.(ilj/bbs)

Berita Terbaru