oleh

Kendala KBM Daring di Tangerang Tak Punya Gawai dan Kuota

Kabar6-Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang pun menimbulkan persoalan baru.

Mansyur, salah satu guru di SMK Negeri 9 Kabupaten Tangerang mengaku ada kendala terkait proses KBM melalui metode online atau dalam jaringan (daring).

“Kendala mah jelas ada, terutama di siswa yang tidak memiliki HP yang refressenratif, kuota, & sinyal yang cukup,” ungkapnya kepada kabar6.com, Senin (13/7/2020).

Terpisah, Kepala SMA Negeri 6 Kabupaten Tangerang, Usep mengklaim tidak ada masalah dalam proses belajar mengajar melalui metode daring/online

“Pada awalnya ada tapi semua kendala kami atasi bersama dengan berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait, untuk kuota saat ini mengajukan 480 siswa,” ujarnya.

Ia menerangkan, metode pembelajaran selama perpanjang masa PSBB di Kabupaten Tangerang, dilakukan melalui metode pembelajaran jarak jauh pakai sistem online dalam jaringan (daring).

“Ya tahun ajaran baru 2020/2021 kegiatan awal tahun ajaran seperti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dan proses belajar pun melalui daring/online,” katanya. ** Baca juga: Dewan Lebak Sebut Program Sembako Sarat Konflik Kepentingan

Menurutnya, proses belajar mengajar melalui daring/online ini merujuk kepada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Waktu Belajar di Rumah dalam rangka membatasi penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Banten.

“Ya provinsi Banten belum mengizinkan pembelajaran tatap muka atau luring,” ujar Usep.(CR)