oleh

Keluarga Syok, Jenazah Anak Dan Istri Lukman Dimakamkan Di Lampung

Kabar6-Jenazah Almarhumah Ana Robana dan kedua putrinya Syifa Syakila, serta Carissa Humaira, korban pembantaian sadis yang dilakukan Lukman Nurdin Hidayat, ayah sekaligus suami korban, dijemput pihak keluarga di ruang jenazah RSU Tangerang, pada Minggu (15/10/2017) dini hari tadi.

Ketiga jenazah, dibawa dari RSU Tangerang sekitar Pukul 00. 15 WIB, dengan menggunakan dua mobil ambulan menuju kampung halamannya di Kampung Baros, Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

“Ya, malam ini jenazah kami bawa pulang ke Lampung untuk dimakamkan,” ungkap Yuli (40), Kakak Kandung Korban, kepada Kabar6.com, dini hari tadi.

Yuli yang diketahui berdomisili di Kampung Lagonsari, RT007/01, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon ini, mengaku syok ketika melihat adik kandung dan dua keponakannya terbujur kaku diruang jenazah RSU Tangerang.

Lukman dan keluarganya semasa hidup.(din)

Dia, tak menyangka bakal bertemu dengan saudara bungsu dan keponakannya dalam kondisi mengerikan.

“Saya memang sudah lama enggak ketemu sama adik dan dua keponakan. Jujur, saya sangat terpukul dan syok saat melihat mereka. Saya enggak nyangka saudara saya bernasib seperti ini,” katanya dengan nada sedih.

Dijelaskannya, saat mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa saudara dan keponakannya telah tiada, dirinya mengaku sempat tidak percaya dengan kabar yang didengarnya.

Dia berpikir informasi itu hanya modus penipuan yang kini tengah marak beredar di masyarakat.

“Pas dapat info itu saya merasa ragu, antara percaya dan tidak, karena sekarang banyak modus penipuan seperti itu. Tapi, saya penasaran akhirnya saya bersama anak langsung cek ke RSU Tangerang. Begitu tiba dikamar jenazah, saya langsung syok dan menangis histeris saat melihat jasad adik dan keponakan sudah tak bernyawa,” tuturnya.

Sepekan sebelum kejadian itu, lanjutnya, dia memang sempat memiliki firasat ingin datang ke Tangerang, untuk mengantar anaknya yang hendak melamar pekerjaan disebuah mini market yang ada di wilayah itu.

Namun, keinginan itu urung dilakukan mengingat dirinya masih punya kesibukan lain.

“Firasat saya ingin banget pulang ke Tangerang, sekalian menemui adik dan keponakannya. Dan, keinginan itu benar- benar terwujud tapi dalam kondisi begini,” bebernya. **Baca juga: Suasana Mencekam, Geng Motor Bentrok Dengan Warga Pondok Aren.

Ditambahkannya, pihaknya berharap kasus itu diproses sesuai dengan aturan hukum. Tak hanya itu, dia juga meminta pelaku pembunuhan keji terhadap adik dan keponakannya yang berlangsung di Perumahan Siena 1 Citra Raya Blok M10/21, RT 02/06, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Jum’at (13/10/2017), supaya dihukum seberat- beratnya.**Baca juga: Ikut Tahlilan, Kapolresta Tangerang Doakan Arwah Keluarga Lukman.

“Insya Allah semua keluarga (tujuh saudara-red) sudah siap menerima kenyataan ini. Kami serahkan semua kepada hukum. Tapi, kami minta pelakunya dihukum berat sesuai perbuatannya,” tegas Yuli.(Tim K6)