oleh

Kekeringan Landa Pandeglang, Kapolda Banten Kirim 15 Tangki Air Bersih

Kabar6-Kekeringan melanda sejumlah daerah di Banten, tak terkecuali di Kabupaten Pandeglang. Prihatin dengan kondisi tersebut Kapolda Banten mengirimkan 15 mobil tangki air bersih untuk warga di sejumlah wilayah di Pandeglang.

Lokasi pendistribusian air bersih dipimpin langsung Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono bersama pengurus Bayangkari ke warga di Kampung Kubang dan Walang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran.

Setibanya dilokasi, puluhan ember dan dirigen berbagai ukuran milik warga sudah berjejer untuk mendapatkan air bersih. Orang nomor satu di Korps Bayangkara Pandeglang itu langsung mendistribusikan air ke ember dan dirigen.

Mendistribusikan air dari satu tangki mobil berisikan 8000 liter air, rupanya menguras energi sang Kapolres. Namun hal itu dapat terobati setelah melihat kegembiraan warga mendapatkan air bersih yang bakal mereka digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pegel juga rupanya dan hari ini kita lihat bersama warga sangat bahagia mendapatkan bantuan air,” kata Indra sambil tersenyum.

Indra mengatakan, pihaknya diperintah langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga Pandegang yang mengalami kesulitan air.

“Pandeglang masuk daerah yang terdampak Kekeringan ada dua Kecamatan dan kami diperintahkan memberikan bantuan. Melalui telepon kepada kami Kapolda akan memberikan bantuan sebanyak 15 tengki kepada warga yang mengalami kekeringan. Di kecamatan Pagelaran ada tiga titik,” ujarnya.

Tak hanya di Kecamatan Pagelaran, bantuan tersebut juga akan didistribusikan kepada warga di Kecamatan Patia, namun terkendala dengan akses jembatan saat menuju lokasi.

**Baca juga: Lahan Pertanian Banten Waspada Puso, Ratusan Ribu Ton Gabah Terancam Tak Bisa Dipanen.

“Namun kita akan upayakan dengan cara lain yang sedang kita upayakan atau dengan cara estafet atau dengan cara lain, tetap kita upayakan untuk memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kekeringan,”terangnya.

Salah seorang warga Desa Surakarta, Jumaenah menerangkan, selama ini pihaknya sangat sulit mendapatkan air terlebih mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sumber air yang biasa ia gunakan sebelum sudah tidak mengalir.

“Ada (sumber air) cuman dapatnya sedikit, udah gak ada lagi,” tandasnya.(aep)

Berita Terbaru