Kecelakaan di Subang, Anak Semata Wayang Ditinggal Ibunya

Bagus Raflli saat di pemakaman. (az)

Kabar6-Bagus Raflli (11) murid Kelas 6 SD Negeri 6 Pamulang Indah hanya bisa terdiam menyaksikan ibunya Martiningsih (35) yang menjadi korban kecelakaan bus di Tanjakan Emen Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Sesekali, anak semata wayang Martiningsih ini sesegukan menangisi ibunya. Almarhumah yang diketahui patah pada bagian lengannya ini juga anak dari korban meninggal dunia bernama Sri Widodo, anggota Koperasi Simpan Pinjam Permata. Sebelum tabrakan maut terjadi, Martiningsih sebelumnya adalah penumpang bus 2 yang pindah ke bus 1.

“Ningsih pindah ke bus 1, biar dekat dengan ibunya, Sri Widodo. Makanya nama dia gak ada di list bus 1, karena penumpang pindahan,” ujar Citra salah seorang teman Almarhumah Ningsih di RSUD Tangsel, Minggu (11/2).

Almarhumah bukanlah anggota Koperasi dan hanya diajak ibunya jalan-jalan. Martiningsih kerap dilarang oleh suami dan anaknya, dengan alasan anaknya yang bernama Bagus sedang mengikuti Try Out (TO).

“Dia sebenarnya dilarang ikut sama suaminya, tapi ngeyel, katanya sayang sudah bayat. Padahal anaknya lagi TO di SMP Sharma Karya UT. Tapi gimana ya namanya juga ajal, sudah diatur sama Allah,” ungkap Citra.**Baca Juga: Pemulasaraan Jenazah Korban Kecelakaan di Subang Dilakukan di RSU Tangsel.

Bagus dalam kesehariannya adalah anak yang tertutup dan hanya dekat dengan ibunya. Kata Citra, Bagus sebenarnya sangat terpukul, tapi dia lebih menyimpannya dalam hati.(az)